Pranala.co, BONTANG – Sebanyak 31 marbot masjid di Kota Bontang akhirnya diberangkatkan menuju tanah suci Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah umrah. Keberangkatan mereka merupakan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Gratispol.
Dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim nomor 100.3.3.1/K.157/2025, tercatat ada 33 marbot asal Bontang yang masuk daftar penerima penghargaan umrah. Namun, hanya 31 orang yang bisa berangkat sesuai jadwal pelepasan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (10/9/2025) dini hari.
Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Bontang, Ali Mustofa, menjelaskan dua marbot terpaksa batal berangkat karena terkendala administrasi. Satu di antaranya adalah marbot Masjid Tua Al Wahhab yang baru mengurus KTP Bontang, sehingga masa pengabdiannya dianggap belum memenuhi syarat oleh Pemprov kaltim.
Sedangkan satu marbot lain dari Masjid Agung Al Hijrah yang tidak melengkapi dokumen paspor maupun vaksin meningitis.
“Atas kondisi ini, Pemprov Kaltim tidak melakukan penggantian peserta. Dana yang sudah sempat ditransfer ke rekening bersangkutan akan dikembalikan ke kas negara,” terangnya.
Ali yang juga sebagai Pembina Forum Silaturahim Imam Masjid (Fosima) Bontang menambahkan, kasus kegagalan berangkat tidak hanya terjadi di Bontang, tetapi juga di beberapa daerah lain di Kaltim.
Penyebabnya beragam, ada marbot yang terhalang berangkat karena sakit, bahkan ada yang meninggal dunia menjelang pemberangkatan.
Meski demikian, keberangkatan 31 marbot asal Bontang tetap disambut penuh syukur. Mereka diharapkan dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk sekaligus mendoakan kebaikan bagi daerah dan masyarakat Kota Taman. (BAMS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















