BONTANG, Pranala.co — Isu keselamatan kerja tak selalu soal helm proyek atau sepatu safety. Kali ini, sorotan tertuju pada sesuatu yang lebih fundamental namun kerap terabaikan: biaya perpanjangan sertifikasi kompetensi. Anggota DPRD Kota Bontang, Irfan, angkat bicara. Ia menilai beban finansial tersebut seharusnya tak lagi ditanggung sendiri oleh pekerja.
Sertifikasi kompetensi—baik yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) maupun Kementerian Ketenagakerjaan—memiliki masa berlaku terbatas. Untuk tetap diakui secara profesional, pekerja wajib memperbaruinya secara berkala. Masalahnya, biaya perpanjangan kerap tak murah dan menjadi beban tersendiri.
“Jangan lagi dibebankan kepada pekerja. Biayanya mahal kalau ditanggung sendiri. Ini perlu kita pikirkan bersama,” tegas Irfan, Sabtu (28/3/2026).
Irfan mendorong sinergi tripartit antara pemerintah daerah, DPRD, dan Dinas Tenaga Kerja. Solusinya bisa berupa kebijakan daerah, program subsidi, hingga bantuan khusus bagi pekerja yang membutuhkan perpanjangan sertifikasi.
Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi bukan sekadar urusan administratif. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
“Kalau kompetensi pekerja kita terjaga, perusahaan juga diuntungkan. Dan yang paling penting, keselamatan mereka lebih terjamin,” ujarnya.
Dalam konteks lebih luas, Irfan mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah fondasi utama industri. Tanpa safety, keberhasilan apa pun menjadi tak bermakna.
“Bagaimanapun hebatnya perusahaan atau pekerja, kalau tidak ada safety, itu sia-sia. Karena nyawa tidak ada yang dijual,” tegasnya.
Ia pun menekankan peran vital petugas K3 di lapangan. Sikap tegas, proaktif, bahkan yang terkesan “cerewet”, justru menjadi kunci pencegahan kecelakaan. “Orang safety itu memang harus cerewet. Itu bentuk kepedulian. Kalau diam, justru berisiko,” jelasnya.
Sebagai langkah nyata, Irfan mengungkapkan rencana penganggaran pelatihan K3 pada tahun 2027. Program ini diharapkan tak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga menumbuhkan budaya keselamatan kerja di seluruh sektor industri Bontang.
“Saya berharap ke depan pekerja tidak hanya terlindungi secara aturan, tetapi juga secara nyata—baik dari sisi kompetensi maupun keselamatan di tempat kerja,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















