Pranala.co, BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang memastikan data pencari kerja siap ditawarkan ke perusahaan. Sebelumnya, data sempat terlambat akibat kendala sinkronisasi antar basis data pemerintah.
Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim, mengatakan seluruh data kini sudah terintegrasi dalam satu aplikasi bernama Teman Naker. Aplikasi ini akan segera diluncurkan dan bisa diunduh melalui gawai.
“Sudah rampung. Secepatnya kita launching dan nanti akan mengundang 135 perusahaan, termasuk Soda Ash,” ungkap Asdar, Selasa (20/1/2026).
Data pencari kerja di aplikasi ini juga terhubung dengan basis data masyarakat kurang mampu milik pemerintah. Integrasi bertujuan memprioritaskan kelompok tertentu tanpa mengesampingkan kebutuhan perusahaan.
“Aplikasi ini sudah terintegrasi dengan data desil 1 sampai 5 dari Dinsos. Misalnya, kita dorong 100 orang, perusahaan butuh 10 helper, tetap perusahaan yang menentukan seleksi,” jelas Asdar.
Melalui Teman Naker, perusahaan dan pelaku usaha dapat mudah mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan. Data keterampilan pencari kerja disajikan lengkap sehingga proses seleksi dan penyesuaian kualifikasi menjadi lebih cepat.
Selain menyalurkan tenaga kerja, aplikasi ini juga memuat berbagai layanan Disnaker yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga warga tidak perlu lagi datang langsung ke kantor Disnaker.
“Jadi kami tidak membuka layanan malam lagi. Masyarakat cukup mengakses aplikasi tersebut,” kata Asdar.
Melalui aplikasi dan laman resmi, masyarakat bisa mengakses layanan kapan saja, dari mana saja, baik melalui Android maupun iOS.
“Warga tidak perlu lagi datang ke kantor hanya untuk mengurus data atau mencari informasi lowongan kerja,” ujarnya.
Seluruh pencari kerja akan terdata dalam satu platform terintegrasi. Pendataan dilakukan secara sistematis dan akurat untuk pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan mudah dijangkau.
Meski begitu, Disnaker Bontang menyadari tidak semua warga langsung terbiasa dengan layanan digital. Karena itu, selama masa transisi, layanan tatap muka tetap disediakan. Petugas akan membantu warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi.
“Cukup datang ke kantor dan memindai barcode. Petugas akan mendampingi prosesnya,” jelas Asdar. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















