SAMARINDA, Pranala.co– Dinas Kesehatan Kalimantan Timur alias Diskes Kaltim mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak, terutama pada momentum Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas silaturahmi dan mobilitas warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kaltim, Fit Nawat, menegaskan bahwa penanganan masalah kesehatan tidak bisa hanya dibebankan pada institusi kesehatan, tetapi memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan kesehatan ini adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya institusi kesehatan, tetapi juga perlu keterlibatan masyarakat melalui edukasi dan kesadaran bersama,” ujarnya.
Menurut Fit, peningkatan mobilitas masyarakat Kaltim menjelang dan saat Idulfitri berpotensi memperbesar risiko penularan penyakit menular, termasuk campak.
Karena itu, orangtua yang memiliki bayi dan balita diimbau untuk lebih berhati-hati, salah satunya dengan membatasi kontak anak dengan banyak orang, terutama di keramaian.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kelompok usia dini memiliki daya tahan tubuh yang masih rentan terhadap infeksi.
Selain membatasi interaksi, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama.
Upaya ini meliputi kebiasaan mencuci tangan secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayur, serta menjaga waktu istirahat yang cukup.
“Kalau daya tahan tubuh kita baik, maka risiko infeksi virus bisa diminimalisir atau tidak berkembang menjadi lebih parah,” jelasnya.
Diskes Kaltim juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala awal campak, seperti demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit.
Apabila gejala tersebut muncul, masyarakat diminta segera menghubungi tenaga kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat.
“Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, campak bisa menimbulkan komplikasi seperti sesak napas, diare berat, hingga kondisi yang lebih berbahaya,” kata Fit.
Ia juga mengingatkan bahwa virus campak dapat ditularkan bahkan oleh orang yang tampak sehat, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya bagi bayi di bawah usia 9 bulan yang belum mendapatkan imunisasi.
Pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi dan balita sebagai langkah utama pencegahan. Masyarakat diimbau Kaltim untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, guna melindungi dari risiko penularan dan dampak komplikasi penyakit. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















