Pranala.co, SAMARINDA – Upaya pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh empat pria di perairan Lobuah, Samarinda, gagal total. Aksi mereka keburu dipergoki dan terekam kamera. Rekamannya viral di media sosial, membuat polisi bergerak cepat.
Satu dari empat pelaku, AD alias BD (37), berhasil ditangkap pihak kepolisian Sabtu (31/5), sehari sebelum kasus ini diungkap resmi oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Samarinda.
Video berdurasi singkat itu memperlihatkan sejumlah pria menggunakan perahu kayu. Mereka tampak mengarahkan selang panjang ke arah kapal lain, diduga untuk menyedot BBM dari tangki.
Dalam waktu singkat, video tersebut viral dan menjadi perhatian publik. Polisi pun langsung menyelidiki lokasi kejadian dan mengidentifikasi para pelaku.
“Kami langsung menyelidiki video tersebut. Salah satu pelaku, AD, kami tangkap saat berada di dekat Hotel Pada Idi,” ungkap IPDA Novi Hari Setiawan, Kasi Humas Polresta Samarinda, saat konferensi pers di Kantor Satpolairud, Minggu (1/6).
AD diketahui sehari-hari bekerja sebagai penjual ikan. Ia ditangkap tanpa perlawanan di depan warung kelontong. Dalam pemeriksaan awal, ia mengaku sebagai motoris perahu saat aksi berlangsung.
Dua rekannya bertugas naik ke kapal sasaran dan membuka tangki BBM. Namun, aksi mereka gagal. Mereka keburu ketahuan oleh Anak Buah Kapal (ABK) yang sedang berjaga.
“Begitu ketahuan, para pelaku langsung kabur. Mereka tidak sempat mengambil BBM karena dikejar kru kapal,” jelas IPDA Novi.
Kepada penyidik, AD mengaku nekat mencuri karena tekanan ekonomi. Rencananya, minyak curian akan dijual untuk kebutuhan harian.
Meski tidak sempat membawa hasil curian, polisi menegaskan bahwa perbuatan tersebut tetap masuk kategori pidana.
“Ini sudah termasuk percobaan pencurian dengan pemberatan. Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman bisa sampai tujuh tahun penjara,” tegas IPDA Novi.
Saat ini, polisi tengah memburu tiga pelaku lainnya. Identitas mereka sudah dikantongi. Barang bukti seperti jeriken yang akan digunakan untuk menampung BBM juga sedang dilacak.
Selain itu, polisi menyelidiki kemungkinan adanya jaringan penadah BBM curian. Dugaan kuat, aksi ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari aktivitas maritim ilegal yang lebih luas.
“Kami terus dalami keterlibatan pihak lain. Kami juga imbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di perairan,” kata IPDA Novi. [RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















