Pranala.co, BONTANG — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Bontang menyiapkan garda terdepan penanganan keadaan darurat. Sebanyak 97 relawan dari 15 kelurahan menjalani pelatihan Red Card, sebuah program yang menjadi mandat resmi dari Kementerian Dalam Negeri.
Damkartan ingin memastikan setiap relawan benar-benar siap membantu masyarakat saat insiden terjadi. Kepala Damkartan Bontang, Amiluddin, menegaskan pentingnya program tersebut.
“Red Card adalah urusan wajib kami. Relawan harus difasilitasi, baik perlengkapannya maupun kemampuan mereka. Itu tanggung jawab kami,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Berbeda dari pelatihan biasa, Red Card memberikan materi yang langsung dipraktikkan. Relawan tidak hanya mendengar teori, tetapi juga memegang sendiri peralatan pemadam dan menghadapi simulasi di lapangan.
Materi yang diberikan mencakup teknik memegang nosel dengan benar, cara memadamkan api secara efektif, penanganan hewan liar seperti ular, biawak, hingga buaya.
Tujuannya: relawan mampu menjadi “first responder” di tingkat kelurahan, terutama dalam kejadian kecil yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kalau ada insiden ringan, relawan bisa langsung merespons. Jika mereka kewalahan, kami yang turun. Yang penting masyarakat merasa aman,” tutur Amiluddin.
Amiluddin menilai kemampuan dasar para relawan sudah cukup baik. Namun keterampilan yang tidak diasah bisa menurun. Karena itu, ia menekankan pentingnya latihan teratur.
“Kami di dinas saja latihan setiap pergantian shift. Relawan apalagi. Mereka terpencar dan tak mungkin rutin berlatih tanpa program khusus,” katanya.
Damkartan memastikan pelatihan Red Card digelar setiap tahun. Program berkala ini diharapkan menjaga kesiapsiagaan masyarakat dan membangun ketangguhan di tingkat kelurahan.
“Semakin terlatih relawan, semakin kuat kesiapsiagaan kota ini,” pungkas Amiluddin. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















