Pranala.co, BONTANG – Dana itu tidak datang. Jumlahnya pun tidak kecil—Rp104 miliar. Namun Pemerintah Kota Bontang memilih tidak panik. Dana Bagi Hasil (DBH) triwulan IV tahun 2025 yang tak ditransfer pemerintah pusat justru telah diantisipasi sejak awal.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan, ketidakcairan DBH tersebut tidak mengguncang stabilitas keuangan daerah. Alasannya; dana yang belum pasti memang tidak pernah dimasukkan dalam perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sejak awal saya sudah sampaikan, dana yang belum jelas memang tidak kita masukkan. Ternyata benar, DBH triwulan keempat 2025 tidak ditransfer,” ujar Neni, Selasa (20/1/2026).
Menurut Neni, kebijakan itu diambil untuk menjaga kesehatan fiskal Kota Bontang. Dengan tidak bergantung pada dana yang belum pasti, pemerintah daerah terhindar dari risiko defisit maupun utang kepada pihak ketiga.
“Prinsipnya sederhana, kita tidak mau berutang. Dana kurang salur atau yang belum jelas tidak kita hitung. Alhamdulillah, APBD Bontang tetap aman di atas Rp2,3 triliun,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan, meski ada hak daerah yang belum tersalurkan.
Meski tidak cair pada 2025, Neni menegaskan DBH tersebut bukan dana yang hangus. Hak Bontang tetap melekat dan akan ditagihkan pada tahun anggaran berikutnya.
Pada 2026, Pemkot Bontang menyiapkan klaim DBH sebesar Rp402 miliar. Jumlah itu akan ditambah dengan Rp104 miliar DBH 2025 yang belum tersalurkan. Total klaim yang akan diperjuangkan mencapai Rp506 miliar.
“Itu hak kita. Dan akan kita perjuangkan di 2026,” tegas Neni.
Dengan proyeksi APBD 2026 yang diperkirakan menembus Rp2,9 triliun, Neni optimistis pemerintah daerah tetap memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Kalau anggaran kita di atas Rp2,9 triliun, insyaallah aman. Banyak program yang bisa kita jalankan untuk masyarakat,” katanya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















