• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Bontang

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Suriadi Said by Suriadi Said
1 April 2026 | 07:21
Reading Time: 2 mins read
0
Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Ilustrasi by AI

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG, Pranala.co – Rencana Pemerintah Kota Bontang untuk menyesuaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2027 memicu beragam respons di kalangan pegawai.

Kebijakan ini tidak hanya dipandang sebagai langkah penyesuaian anggaran, tetapi juga menyentuh langsung kondisi ekonomi para aparatur sipil negara.

PILIHAN REDAKSI

Wali Kota Bontang: ASN yang Malas Berpotensi Kehilangan TPP Pemkot Bontang Teken Kerja Sama Tiga Instansi, Fokus Tata Kelola dan Layanan Publik

Wali Kota Bontang: ASN yang Malas Berpotensi Kehilangan TPP

31 Maret 2026 | 15:09
Danau Kanaan Disulap jadi Wisata dan Pengendali Banjir, Proyek Rp267 Miliar Segera Dimulai

Danau Kanaan Disulap jadi Wisata dan Pengendali Banjir, Proyek Rp267 Miliar Segera Dimulai

31 Maret 2026 | 09:29

Sejumlah ASN menilai rencana tersebut sebagai konsekuensi logis dari kondisi fiskal daerah. Salah seorang ASN Pemkot Bontang berinisial LN menyebut, kebijakan serupa pernah terjadi sebelumnya.

Ia mengingat masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Basri Rase, ketika pemotongan TPP juga diberlakukan sementara waktu.

“Waktu itu berlangsung sekira satu tahun. Setelah kondisi APBD membaik, TPP kembali normal. Jadi ini bagian dari siklus keuangan daerah,” ujarnya kepada Pranala.co, Selasa (31/3/2026).

Pandangan ini menunjukkan bahwa TPP dipahami bukan sebagai penghasilan tetap, melainkan insentif yang bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

Namun, tidak semua ASN dapat menerima rencana tersebut dengan mudah. Bagi sebagian pegawai, terutama yang memiliki tanggungan finansial, TPP menjadi penopang utama penghasilan.

“Banyak yang punya cicilan, terutama ke bank. TPP sangat membantu untuk memenuhi kewajiban bulanan,” ungkap ASN tersebut.

Penolakan juga muncul dari sejumlah pegawai yang menilai kebijakan ini datang di saat yang kurang tepat, ketika tekanan ekonomi meningkat.

“Harga kebutuhan pokok naik, biaya hidup juga bertambah. Kalau TPP dipotong, jelas terasa berat,” ujar seorang ASN lainnya.

Kekhawatiran lebih besar disampaikan oleh pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Salah satu PPPK berinisial HD menilai kelompoknya akan paling terdampak jika pemangkasan dilakukan secara merata.

“Gaji kami tidak sebesar PNS. Kalau TPP ikut dipotong, dampaknya lebih terasa. Harusnya ada pertimbangan khusus,” ujarnya.

Ia juga menyoroti aspek keadilan dalam kebijakan tersebut. Menurutnya, penyesuaian seharusnya mempertimbangkan level jabatan dan besaran penghasilan.

“Kalau pejabat mungkin tidak terlalu terasa. Tapi kami di lapangan justru paling terdampak,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bontang menegaskan bahwa rencana penyesuaian TPP merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan keuangan daerah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjelaskan bahwa kondisi APBD tahun 2026 masih relatif aman, dengan nilai sekitar Rp2,1 triliun yang turut ditopang bantuan keuangan dari pemerintah provinsi.

“Untuk tahun ini masih aman, karena APBD kita masih cukup besar,” ujar Neni, Senin (30/3/2026).

Namun, proyeksi penurunan APBD pada 2027 hingga sekitar Rp1,75 triliun berpotensi menimbulkan tekanan fiskal. Tanpa penyesuaian, porsi belanja pegawai diperkirakan bisa mencapai sekitar 40 persen dari total APBD.

Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), belanja pegawai dibatasi maksimal 30 persen.

“Kalau melanggar, dana transfer dari pusat bisa ditahan. Itu risiko yang harus dihindari,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah memastikan tidak akan mengambil langkah ekstrem seperti pengurangan pegawai, khususnya PPPK, karena berpotensi menimbulkan dampak sosial baru.

Sebagai alternatif, penyesuaian TPP dinilai sebagai langkah paling realistis.

“Pegawai tetap dipertahankan. Tapi TPP kemungkinan akan disesuaikan agar tetap sesuai aturan,” jelas Neni. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: APBD BontangASN BONTANGBontang
Previous Post

Pemerintah Tetapkan ASN Pusat dan Daerah WFH Setiap Jumat

Next Post

Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026

BACA JUGA

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

1 April 2026 | 08:07
Perjalanan Kota Bontang Kejar Jargas 100 Persen sejak 2011

Perjalanan Kota Bontang Kejar Jargas 100 Persen sejak 2011

31 Maret 2026 | 23:11
Alhamdulillah! Bontang Dapat 2 Ribu Sambungan Gas Rumah Tangga Tambahan

Alhamdulillah! Bontang Dapat 2 Ribu Sambungan Gas Rumah Tangga Tambahan

31 Maret 2026 | 22:16
17 Dapur MBG Bontang Belum Penuhi Standar Badan Gizi Nasional SPPG ke-19 Resmi Dibuka di Bontang Lestari, Pemkot Perkuat Layanan Gizi

17 Dapur MBG Bontang Belum Penuhi Standar Badan Gizi Nasional

31 Maret 2026 | 19:55
Wali Kota Bontang: ASN yang Malas Berpotensi Kehilangan TPP Pemkot Bontang Teken Kerja Sama Tiga Instansi, Fokus Tata Kelola dan Layanan Publik

Wali Kota Bontang: ASN yang Malas Berpotensi Kehilangan TPP

31 Maret 2026 | 15:09
Hampir Terbakar! Toko Pakaian di Bontang Diselamatkan Kurun 20 Menit

Hampir Terbakar! Toko Pakaian di Bontang Diselamatkan Kurun 20 Menit

31 Maret 2026 | 13:39
Next Post
Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026 Harga TBS Sawit Kaltim Naik Akhir Januari 2026, Pendapatan Petani Ikut Terdongkrak Petani Plasma Kaltim Sumringah, Harga TBS Tembus Rp 3.350 per Kg Pekebun di Kaltim Paling Sejahtera sepanjang November 2023, Penyebabnya?

Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda Nasib Mal Lembuswana di Ujung Tanduk: DPRD Kaltim Siap Evaluasi Kontrak Sewa

Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda

25 Maret 2026 | 21:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

24 Maret 2026 | 19:13
Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan

26 Maret 2026 | 13:34

Terbaru

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

1 April 2026 | 08:07
Sedekah Sampah di Samarinda: Dari Halaman Masjid, Gerakan Lingkungan Itu Dihidupkan Kembali

Sedekah Sampah di Samarinda: Dari Halaman Masjid, Gerakan Lingkungan Itu Dihidupkan Kembali

1 April 2026 | 07:46
Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026 Harga TBS Sawit Kaltim Naik Akhir Januari 2026, Pendapatan Petani Ikut Terdongkrak Petani Plasma Kaltim Sumringah, Harga TBS Tembus Rp 3.350 per Kg Pekebun di Kaltim Paling Sejahtera sepanjang November 2023, Penyebabnya?

Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026

1 April 2026 | 07:31
Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

1 April 2026 | 07:21

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved