Pranala.co, BALIKPAPAN — Ratusan warga tumpah ruah sejak pagi di BSCC Dome Balikpapan, Kamis (10/7/2025). Mereka antusias mengikuti layanan cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53.
Warga dari berbagai usia mengantre untuk memeriksakan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga pemeriksaan mata. Semua layanan diberikan tanpa dipungut biaya.
Ketua Panitia CKG, dr. Agus Iryansyah, menyebut program ini tidak sekadar cek kesehatan biasa. Pemeriksaan yang disediakan cukup lengkap.
“Mulai dari antropometri — seperti berat dan tinggi badan — hingga cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Semuanya bisa dicek gratis di sini,” kata dr. Agus, yang juga menjabat Ketua Tim Kerja Penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Kota Balikpapan.
Yang paling menyita perhatian warga adalah pemeriksaan mata. Kali ini, panitia menghadirkan alat Non-Contact Tonometry (NCT), alat modern untuk mengukur tekanan bola mata tanpa menyentuh langsung mata pasien.
“Alat ini mirip alat pemeriksaan biasa, tapi lebih canggih. Bisa deteksi dini risiko penyakit mata seperti glaukoma,” jelasnya.
Target pemeriksaan mata hari ini sebanyak 300 orang, dan bisa bertambah. Sementara total target peserta CKG selama tiga hari (9–11 Juli 2025) adalah 5.000 orang.
Tak hanya periksa mata, warga juga bisa mendapatkan kacamata gratis. Pemerintah menyediakan 500 kacamata minus dan 300 kacamata baca.
“Hari ini sudah dibagikan sekitar 360 kacamata minus. Yang baca juga hampir habis,” kata dr. Agus.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan mata sejak dini. Banyak keluhan seperti pusing, mata cepat lelah, atau pandangan kabur, ternyata disebabkan oleh gangguan seperti minus, silinder, atau tekanan bola mata tinggi.
Salah satu warga, Shinta, mengaku senang bisa ikut program ini. Meski antrean panjang, ia rela menunggu.
“Alhamdulillah bisa periksa mata gratis. Saya sudah mulai rabun karena faktor usia,” ujarnya.
Shinta berharap program seperti ini bisa rutin digelar pemerintah. “Kalau bisa, kegiatan seperti ini dibuat terus. Apalagi untuk lansia seperti saya, sangat terbantu,” katanya sambil tersenyum.
















