Pranala.co, PANGKEP — Angin datang tiba-tiba. Hujan turun tanpa jeda. Beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Sebagian menimpa rumah warga. Kerusakan pun tak terelakkan.
Dampak bencana terjadi di beberapa wilayah. Tidak hanya di daratan, kawasan kepulauan juga ikut terdampak. Pulau Satanger dan Pulau Sanane menjadi dua di antaranya. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/1/2026).
Tak menunggu lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep bersama Dinas Sosial (Dinsos) Pangkep langsung bergerak. Petugas turun ke lapangan. Menyisir lokasi terdampak. Menyapa warga.
Bantuan segera disalurkan. Isinya beragam. Paket sembako. Obat-obatan. Hingga kebutuhan logistik lainnya. Semua diberikan untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi darurat.
Langkah cepat ini mendapat perhatian dari DPRD Pangkep. Anggota DPRD Pangkep Daerah Pemilihan Kepulauan, Muhammad Ramli, menyampaikan apresiasi atas respons tanggap kedua instansi tersebut. Ia menilai kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah adalah hal yang tidak bisa ditawar.
“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan respons cepat BPBD dan Dinsos Kabupaten Pangkep. Terutama dalam membantu warga kepulauan yang rumahnya tertimpa pohon akibat angin kencang,” ujar Ramli.
Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang terdampak, khususnya di Pulau Satanger dan Pulau Sanane. Bantuan itu dinilai mampu meringankan beban korban, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
Lebih jauh, Ramli berharap langkah cepat seperti ini terus dipertahankan. Bahkan diperkuat.
“Semoga upaya seperti ini terus dilakukan ke depan. Dengan begitu, dampak bencana bisa diminimalisir dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di saat-saat sulit,” tutupnya. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















