BONTANG — Gelombang tinggi yang belakangan kerap disertai angin kencang membuat nelayan Bontang harus ekstra waspada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengingatkan, cuaca ekstrem bisa berujung kecelakaan laut.
Kepala BPBD Bontang, Usman, menuturkan bahwa dalam tiga bulan terakhir sudah ada perahu nelayan yang tenggelam akibat ombak besar. Beruntung, seluruh awak selamat.
“Hanya perahunya yang hilang, orangnya berhasil menyelamatkan diri,” jelas Usman, Senin (18/8/2025).
BPBD Bontang rutin menyampaikan imbauan agar nelayan tidak memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca buruk. Keputusan untuk tetap melaut, kata Usman, bisa mendatangkan kerugian besar.
“Alhamdulillah, sekarang banyak nelayan yang memilih menunda berangkat saat ombak tinggi. Itu langkah bijak untuk keselamatan,” tambahnya.
Kabid Pencegahan BPBD Bontang, Eko Mashudi, menekankan pentingnya membawa perlengkapan keselamatan. Mulai dari pelampung, rompi, hingga alat komunikasi sederhana.
“Kalau tetap melaut, jangan lupa bawa pelampung. Itu sederhana, tapi bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Selain perlengkapan, BPBD Bontang juga mengingatkan nelayan untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG. Dengan begitu, potensi bahaya bisa diantisipasi lebih awal.
“Keselamatan harus jadi prioritas utama. Jangan hanya mengejar hasil tangkapan,” pesan Usman.
BPBD berharap, edukasi ini membuat masyarakat pesisir lebih peduli terhadap keselamatan. Sebab, bencana hidrometeorologi seperti gelombang tinggi bisa datang sewaktu-waktu. (FR)
















