PRANALA.CO – Drama terjadi di St. James’ Park. Arsenal selamat dari kekalahan. Bahkan pulang dengan tiga poin.
Newcastle sempat unggul lebih dulu. Arsenal lalu membalas. Dan pada akhirnya, gol di menit akhir jadi penentu.
Arsenal datang ke Newcastle dengan semangat menggebu. Liverpool baru saja kalah dari Crystal Palace. Peluang mendekat ke puncak terbuka.
Sejak menit awal, The Gunners menekan. Nick Pope sibuk di bawah mistar. Dua kali ia menahan tembakan Eberechi Eze.
Tapi keberanian Pope hampir berbuah petaka. Viktor Gyokeres terjatuh setelah duel dengannya. Wasit menunjuk titik putih. VAR turun tangan. Penalti dibatalkan. Pope ternyata sempat menyentuh bola.
Bukayo Saka jadi ancaman di sisi kanan. Leandro Trossard bahkan sempat membuat stadion terdiam. Tendangannya keras, bola membentur tiang.
Justru Newcastle yang memimpin lebih dulu. Menit ke-34.
Awalnya dari kesalahan umpan balik Mosquera. Berbuah sepak pojok. Dari situ, Gabriel gagal mengawal. Nick Woltemade bebas menyundul bola. Gawang Arsenal bobol.
Newcastle 1, Arsenal 0.
Babak kedua dimulai. Arsenal langsung mengepung. Pope kembali jadi tembok. Sundulan Jurrien Timber ia tepis dengan gemilang.
Tapi tekanan demi tekanan akhirnya pecah juga. Declan Rice mengirim umpan silang. Mikel Merino melompat. Sundulannya tak terbendung. Skor imbang.
Arsenal bangkit.
Waktu hampir habis. Kedua tim terlihat puas berbagi angka. Tapi sepak pojok di masa tambahan waktu mengubah segalanya.
Martin Odegaard mengirim bola matang. Gabriel meloncat tinggi. Sundulannya keras. Pope terdiam. Gol.
Ironi. Dari pemain yang membuat Arsenal kebobolan, Gabriel justru jadi pahlawan.
Laga berakhir 2-1 untuk Arsenal. Hasil yang membuat The Gunners terus menempel Liverpool di klasemen Liga Inggris.
Newcastle patah hati. Arsenal tertawa lega. (GOAL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















