PRANALA.CO, Bontang – Program Bessai Berinta baru saja diluncurkan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang bertepatan HUT Kota Bontang ke-25, Sabtu, 12 Oktober 2024 lalu. Program ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam secara optimal.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem melalui Kabid Ketahanan Pangan, Debora Kristiani, salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pengelolaan sampah organik dan budidaya pertanian. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan lahan pertanian. Langkah ini dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah dan sekaligus memperbaiki kualitas tanah.
Tidak hanya itu, Bessai Berinta juga mencanangkan kegiatan pencegahan stunting dan gizi buruk, masalah serius yang masih dihadapi di beberapa daerah di Kaltim. “Program ini mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak, sehingga dapat mencegah masalah stunting sejak dini,” tambah Debora.
Kegiatan lainnya yang menarik perhatian adalah budidaya ikan dalam ember atau kolam kecil. Inovasi sederhana ini memberikan solusi praktis bagi masyarakat yang ingin memulai budidaya ikan di lahan sempit. Dengan modal kecil, keluarga dapat memperoleh sumber protein tambahan yang sehat.
Program ini juga mendorong penganekaragaman pangan hayati dengan menanam sayuran dan buah-buahan di pekarangan rumah. Tanaman obat keluarga (TOGA) juga menjadi bagian penting dari inisiatif ini, memberikan manfaat bagi kesehatan dan kemandirian pangan lokal.
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan daerah, Bessai Berinta juga melakukan mitigasi pangan, seperti persiapan menghadapi ancaman krisis pangan yang mungkin timbul di masa depan. Langkah ini diambil agar masyarakat siap dalam menghadapi situasi darurat dan tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Dengan serangkaian program yang inovatif, Bessai Berinta tidak hanya berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga meningkatkan kemandirian pangan lokal. Evaluasi dan pengembangan terus dilakukan untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kami berharap melalui program ini, masyarakat Bontang bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan lebih sadar akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik,” ujar Debora.
Sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan program, Bessai Berinta juga melibatkan berbagai kegiatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembibitan tanaman hingga peningkatan keterampilan pengolahan hasil panen.
Dia berharap, Bessai Berinta dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola sumber daya lokal secara mandiri dan berkelanjutan, sembari meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui solusi inovatif di sektor pertanian dan pangan. (*)



















Comments 2