Pranala.co, BALIKPAPAN – Upaya mengakhiri persoalan banjir di kawasan RT 48, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, kini mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, memastikan akan terus mengawal hingga tuntas proses penanganannya agar kejadian serupa tidak lagi merendam rumah warga.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP), berbagai langkah konkret dibahas untuk mencari jalan keluar dari banjir yang sempat menenggelamkan permukiman beberapa bulan lalu.
Yusri menyebut ada empat solusi utama yang diusulkan pemerintah bersama DPRD guna mengatasi persoalan tersebut.
“Yang pertama pelebaran drainase, kemudian pendalaman sedimen, pembebasan lahan untuk pembangunan bozem, dan terakhir alternatifnya pembuatan rumah pompa,” tuturnya, usai RDP bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Ketua RT 48 Gunung Bahagia di gedung DPRD Balikpapan, Senin (13/10).
Namun, rencana pembangunan rumah pompa di Sepinggan Sekunder masih harus menunggu hasil kajian teknis sebelum bisa direalisasikan.
Yusri menjelaskan, sejauh ini baru kawasan Kelandasan Kecil dan Kelandasan Besar yang telah memiliki kajian lengkap untuk pembangunan rumah pompa.
Sebab itu, dari empat usulan yang dibahas, DPRD menilai pembangunan bendungan pengendali (bendali) menjadi langkah paling realistis untuk segera dilakukan.
Di satu sisi, dia berharap pembebasan lahan milik warga bisa dipercepat agar proyek ini cepat terealisasi dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kami harap nanti ada rumah atau tanah warga yang bisa dibebaskan untuk bendali, karena ini juga menjadi keluhan utama warga RT 48 Gunung Bahagia,” jelas Yusri.
Lebih lanjut, Komisi III DPRD juga menegaskan akan memantau perkembangan program ini secara berkala, bahkan telah menjadwalkan RDP lanjutan bulan depan dengan dinas terkait.
“Kami akan pantau terus. Ini bagian dari misi pemerintah kota untuk mengatasi banjir di Balikpapan,” tegasnya.
DPRD berharap hasil pertemuan tersebut menjadi langkah positif memperkuat koordinasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, sehingga upaya penanganan banjir di Gunung Bahagia bisa berjalan lebih efektif dan memberi manfaat nyata bagi warga. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















