SAMARINDA, Pranala.co — Pemerintah Kota Samarinda resmi melantik Neneng Chamelia Santi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), Kamis (2/4/2026). Pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan strategis, melainkan menandai babak baru reformasi birokrasi di lingkungan Pemkot Samarinda.
Untuk pertama kalinya, posisi Sekda diisi melalui mekanisme manajemen talenta berbasis merit. Sistem ini menitikberatkan pada kompetensi, kinerja, dan potensi aparatur, bukan semata senioritas.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota di Jalan S. Parman. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kota Samarinda.
Selain pelantikan Sekda, agenda juga dirangkaikan dengan pengambilan sumpah pejabat fungsional dan pengukuhan kepala sekolah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan bahwa pengisian jabatan Sekda kali ini merupakan hasil proses panjang yang mengedepankan prinsip meritokrasi.
“Ini bukan lagi sekadar soal senioritas, tetapi tentang kompetensi, kinerja, dan potensi terbaik yang dimiliki aparatur,” ujarnya.
Ia menyebut, Samarinda menjadi daerah pertama di wilayah Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN), bahkan di Kalimantan Timur, yang menerapkan sistem manajemen talenta dalam pengisian jabatan Sekda.
Penerapan sistem ini memanfaatkan platform Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) milik BKN. Melalui sistem tersebut, pemetaan sumber daya aparatur dilakukan secara objektif dan terukur.
Prosesnya pun telah melalui evaluasi ketat dan mendapat persetujuan dari Kepala BKN.
Menurut Andi Harun, pendekatan berbasis data ini membuat proses pengisian jabatan menjadi lebih efisien. Jika sebelumnya seleksi terbuka atau open bidding memakan waktu panjang, kini proses dapat diselesaikan lebih cepat.
“Pengisian jabatan Sekda hanya memerlukan waktu sekitar satu bulan. Ini menunjukkan birokrasi kita semakin adaptif dan berbasis kinerja,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Samarinda juga melantik 20 pejabat fungsional. Rinciannya, 13 orang melalui mekanisme perpindahan jabatan dan tujuh orang melalui pengangkatan pertama.
Selain itu, sebanyak 23 kepala sekolah dikukuhkan melalui Sistem Pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS).
Kepada Sekda yang baru, Wali Kota meminta agar segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah. Hal ini penting untuk memastikan program prioritas berjalan optimal.
Pejabat fungsional juga didorong meningkatkan kompetensi serta menjadi motor inovasi dalam pelayanan publik. Sementara itu, para kepala sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menutup sambutannya, Andi Harun menekankan pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Ia mengutip pandangan Presiden Amerika Serikat ke-34, Dwight D. Eisenhower, yang menyebut integritas sebagai kualitas utama seorang pemimpin.
“Seluruh jabatan harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Bekerjalah cepat, tepat, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya. (RIL/DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















