KALAKSA BPBD Kaltim, Agus Tianur ikuti zoom meeting Focus Group Discussion (FGD) pelaksanaan program penurunan emisi pasca FCPF-CF dan penjaringan isu lingkungan hidup dalam RPJPD Kaltim, beberapa waktu lalu.
Dalam zoom tersebut, Ketua Harian DDPI Kaltim, Daddy Ruhiyat menyampaikan diskusi ini yang berfokus pada program penurunan emisi pasca pelaksanaan Program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF).
“Dan juga dirangkai dengan acara penjaringan isu lingkungan hidup dalam RPJPD Kalimantan Timur 2025-2045,”
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Bappeda Kalimantan Timur dan DDPI Kalimantan Timur.
Provinsi Kalimantan Timur telah menerapkan konsep pembangunan hijau sejak tahun 2010 yang merupakan paradigma dimana kebijakan Inovasi dan investasi hijau.
Secara bersama-sama mendorong perkembangan ekonomi yang eksklusif dalam menjalankan pencapaian pembangunan berkelanjutan dengan bahasa yang lebih optimis.
“Juga mendorong kepentingan pembangunan ekonomi bisa tumbuh dengan kepentingan pelestarian lingkungan hidup yang dapat menjadi pegangan pembangunan pemerintah daerah mengingat selain bertujuan untuk memastikan pertumbuhan industri dan membangun pertahanan sosial ekonomi, lingkungan termasuk pengendalian pertumbuhan yang dikembangkan sejak tahun 2016 di Provinsi Kalimantan Timur,” ucapnya saat membuka rapat.
Sementara itu, Mustofa Agung Sardjono, Ketua Pokja Adaptasi Perubahan Iklim DDPI Kaltim menjelaska, peran BPBD Kaltim jadi sangat penting karena mengahadapi situasi yang mungkin beberapa institusi sendiri tidak mengikuti instrumen dalam rangka mengatasi dampak yang diakibatkan oleh pembangunan.
“Baik dan buruk dari suatu kegiatan, secara langsung memang memberikan dampak,” (ADS/BPBD KALTIM)
















