Pranala.co, BONTANG – Seperti apa wajah Kota Bontang di masa depan? Apakah industri bisa tumbuh tanpa merusak lingkungan? Apakah warga akan mendapat akses air bersih yang terjamin?
Pertanyaan-pertanyaan itu mengemuka dalam Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang. Forum ini digelar di Auditorium Kantor Wali Kota, Rabu (10/9/2025).
Acara dibuka Asisten Administrasi Umum Akhmad Suharto yang mewakili Wali Kota Bontang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar formalitas.
“Forum ini adalah wadah untuk menyerap aspirasi. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat, untuk memberikan masukan konstruktif. Pembangunan berkelanjutan harus kita jaga untuk generasi masa depan,” ucap Suharto.
Ia menambahkan, penyusunan RTRW adalah amanat undang-undang sekaligus komitmen moral pemerintah. Setiap rencana pembangunan, katanya, harus selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Forum konsultasi ini diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang. Sejumlah isu krusial dibawa ke meja diskusi.
Mulai dari ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, mitigasi bencana banjir dan kebakaran hutan, hingga penataan ruang yang adil bagi semua. Semua persoalan itu diyakini sangat erat dengan masa depan kota dan kehidupan warganya.
Sekretaris DLH Bontang, Ervina Setianingsih, menjelaskan bahwa penyusunan KLHS RTRW sudah berjalan sejak April 2025. Targetnya selesai pada Desember tahun ini.
“Konsultasi publik ini adalah tahap penting untuk menampung gagasan dan kekhawatiran masyarakat sebelum kebijakan final ditetapkan,” ujar Ervina.
Proses ini juga melibatkan tenaga ahli dari Universitas Mulawarman, jajaran perangkat daerah, perwakilan perusahaan, hingga elemen masyarakat sipil.
Dengan forum ini, Pemkot Bontang berharap lahir tata ruang kota yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
RTRW baru itu diharapkan bisa memberi arah pembangunan yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Bontang harus tetap menjadi Kota Taman. Ekonomi boleh maju, tapi lingkungan dan kehidupan warga tetap terjaga,” harap Ervina. (SET)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















