Pranala.co, BONTANG — Transformasi besar-besaran menyapa Kota Bontang. Kawasan Bontang Lestari (Bonles) yang selama ini dikenal sebagai wilayah pengembangan, kini resmi menegaskan statusnya sebagai pusat pertumbuhan kota baru.
Titik balik ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Perumahan Elara Lestari, hunian subsidi berkualitas premium yang diharapkan menjadi magnet investasi bagi masyarakat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara simbolis melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Sabtu pagi (7/2/2026) di lokasi proyek Jalan Prestasi RT 07. Kehadiran kepala daerah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin keamanan investasi warga.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menegaskan aspek legalitas proyek ini. Perumahan Elara Lestari telah mengantongi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), sebuah jaminan hukum yang menenangkan hati calon pembeli.
“Perumahan subsidi ini aman secara hukum karena sudah mengantongi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk berinvestasi dan memiliki rumah di sini,” tegas Neni di hadapan para pengembang dan puluhan calon pemilik rumah.
Pernyataan ini sekaligus membungkam keraguan yang sering muncul dalam transaksi properti, terutama di kawasan pengembangan. Dengan SHGB yang sah, risiko sengketa lahan dan gugatan hukum dapat diminimalisir.
Neni Moerniaeni tak sekadar mempromosikan satu proyek, ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpikir jangka panjang. Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga masyarakat umum dihimbau mulai mengalihkan pola pikir dari konsumtif menjadi investatif.
Dengan skema cicilan ringan dan uang muka yang terjangkau, Elara Lestari diharapkan menjadi jembatan emas bagi warga Bontang untuk memiliki aset tetap. Langkah ini sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada rumah kontrakan yang dinilai tidak produktif secara finansial.
“Jangan takut memulai. Pemerintah berkomitmen mendukung investasi sehat seperti ini agar warga Bontang punya hunian layak,” pesan Neni yang disambut tepuk tangan hadirin.
Yang menarik, Wali Kota membocorkan rencana besar (master plan) pengembangan Bonles ke depan. Kawasan ini diproyeksikan tidak akan lagi sepi atau terpencil, melainkan menjadi kota mandiri dengan infrastruktur vital kelas dunia.
Rencana pembangunan mencakup jaringan jalan tol, rumah sakit modern, sekolah rakyat, pasar tradisional dan modern, sirkuit balap, hingga kawasan manufaktur. Gambaran ini mengindikasikan Bonles akan menjadi magnet investasi multi-sektor, bukan sekadar kawasan perumahan.
Proyeksi ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menciptakan pemerataan pembangunan dan mengurangi tekanan pada pusat kota lama yang semakin padat.
Direktur Utama PT Semua Bisa Jago, Muhammad Aswar, menyampaikan detail teknis proyek. Tahap pertama akan membangun 262 unit rumah di atas lahan seluas 4,4 hektare. Target penyelesaian ditetapkan selama 1,5 tahun dengan standar kualitas premium meski dikategorikan hunian subsidi.
Kehadiran Aswar menegaskan keseriusan pengembang dalam menjawab kebutuhan perumahan rakyat yang selama ini menjadi isu nasional. Dengan pengalaman dan reputasi, PT Semua Bisa Jago berkomitmen menyerahkan produk tepat waktu tanpa mengorbankan mutu konstruksi.
Prestise acara groundbreaking ini dihadiri sejumlah pejabat strategis Kota Bontang. Wakil Ketua DPRD Maming, Anggota DPRD Arfian Arsyad, Kepala Kantor Pertanahan, serta Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bontang turut memberikan dukungan politik dan administratif. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















