Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang semakin serius berbenah di era digital. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), program Digitalisasi Arsip Keluarga resmi digulirkan.
Sosialisasi perdana berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (26/8/2025). Acara ini dihadiri para lurah, ketua RT, kader, hingga masyarakat umum.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, menegaskan bahwa arsip bukan sekadar berkas yang disimpan. Lebih dari itu, arsip adalah identitas sekaligus sejarah keluarga.
“Sekarang saatnya bertransformasi. Jangan hanya simpan dokumen fisik. Kita masuk ke sistem digitalisasi yang lebih efisien, aman, dan mudah diakses,” ujarnya.
Retno menyebut, dengan digitalisasi, masyarakat dapat menyimpan dokumen penting—mulai dari akta kelahiran, kartu keluarga, ijazah, hingga surat berharga lain—dengan lebih tertata.
Dalam sosialisasi ini, DPK juga menghadirkan praktisi pengarsipan digital. Peserta diberi materi tentang manajemen arsip serta pelatihan dasar penggunaan aplikasi untuk menyimpan dokumen secara elektronik.
Tujuannya: masyarakat lebih siap menghadapi kebutuhan administrasi di era digital. Dokumen pun lebih terlindungi dari risiko kehilangan, kerusakan, hingga bencana.
DPK Bontang berharap, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan arsip semakin meningkat. Digitalisasi ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga perlindungan dan kepastian bagi generasi mendatang.
“Dokumen keluarga adalah warisan penting. Dengan sistem digital, kita pastikan semua aman dan bisa diakses kapan saja,” pungkas Retno.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lukman, yang hadir mewakili Pemkot Bontang, memberi dukungan penuh. Menurutnya, digitalisasi arsip keluarga adalah langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern.
“Arsip bukan sekadar dokumen, tapi aset keluarga. Dengan digitalisasi, keamanan dan keawetan dokumen bisa terjamin. Ini sejalan dengan semangat Bontang Berbenah,” katanya. (KO/RIL)

















