Pranala.co, SAMARINDA – Bitcoin kembali mencetak sejarah. Mata uang kripto terbesar di dunia ini menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Rabu sore (9/7/2025) waktu AS, atau Kamis pagi WIB.
Berdasarkan data Coin Metrics, harga Bitcoin sempat menyentuh level 112.052,24 dollar AS atau setara Rp1,82 miliar (kurs Rp16.250 per dolar AS). Ini melampaui rekor sebelumnya pada 22 Mei 2025, yakni 111.999 dollar AS.
Hingga penutupan bursa, Bitcoin tercatat naik 1,9 persen ke 110.947,49 dollar AS (sekitar Rp1,803 miliar).
Lonjakan harga Bitcoin terjadi di tengah reli pasar saham, terutama saham teknologi. Saham Nvidia mencetak tonggak sejarah sebagai perusahaan pertama dengan kapitalisasi pasar menembus 4 triliun dollar AS.
Kondisi ini mendorong investor global masuk ke aset berisiko tinggi, termasuk kripto.
Indeks Nasdaq Composite—yang berisi banyak saham teknologi—juga mencatatkan penutupan rekor, mengindikasikan pasar sedang dalam mode risk-on alias berani ambil risiko.
Meski Bitcoin sempat bergerak dalam rentang sempit selama beberapa pekan terakhir, aliran dana ke instrumen kripto terus mengalir deras. Bahkan, pembelian Bitcoin oleh perusahaan publik pada kuartal kedua 2025 melebihi aliran dana ke ETF berbasis Bitcoin.
Namun dalam sebulan terakhir, harga Bitcoin baru naik sekitar 2 persen.
Diprediksi Naik Lagi ke Rp1,95 Miliar?
Optimisme pasar masih tinggi. Ryan Gorman, Chief Strategy Officer di Uranium Digital, memperkirakan harga Bitcoin bisa menyentuh 120.000 dollar AS (sekitar Rp1,95 miliar) pada akhir minggu depan.
“Dengan agenda Crypto Week di Washington DC minggu depan dan volume perdagangan yang cenderung tipis selama musim panas, peluang kenaikan tetap terbuka,” ujarnya.
Ia juga menyebut tingginya minat call option dibanding put menandakan bahwa trader masih bullish terhadap pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
Meski semakin diterima institusi besar sebagai “emas digital”, Bitcoin tetap tergolong aset berisiko tinggi. Harganya naik-turun tergantung sentimen pasar.
Jika pasar saham teknologi reli, Bitcoin cenderung ikut melambung. Tapi saat ketidakpastian datang, kripto juga bisa terkoreksi tajam.
Untuk sekarang, arah angin masih positif. Tapi seperti biasa, volatilitas tetap jadi sahabat kripto.


















