Pranala.co, SANGATTA — Malam di Gang Banjar 4 B mendadak tegang. Seekor buaya muara berukuran besar muncul dari Sungai Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Reptil sepanjang 3,10 meter itu naik hingga ke permukiman warga, Rabu (14/1) malam.
Warga panik. Laporan segera masuk. Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkartan) Kutim langsung bergerak ke lokasi.
Tak sendiri. Petugas dibantu relawan Pemuda Siaga Bencana KNPI Kutim. Mereka membawa peralatan khusus. Semua disiapkan agar evakuasi berjalan aman. Baik untuk warga, maupun petugas.
Proses pengamanan berlangsung cukup lama. Operasi dimulai sejak siang dan berlanjut hingga malam hari. Buaya tersebut tergolong besar. Potensinya membahayakan keselamatan warga.
“Hewan ini kami amankan agar tidak membahayakan masyarakat,” ujar Kepala Regu Rescue Damkar Kutim, Agus Kurniadi, saat dikonfirmasi.
Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Petugas memastikan buaya tidak lepas kendali selama proses penangkapan. Setelah berhasil diamankan, satwa tersebut rencananya akan diserahkan kepada pihak berwenang atau penangkaran yang memiliki kewenangan menangani satwa liar.
Agus menjelaskan, kawasan Gang Banjar memang berbatasan langsung dengan habitat alami buaya muara. Karena itu, potensi kemunculan buaya masih cukup tinggi.
Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi orangtua. “Kami minta anak-anak tidak bermain di tepi sungai, apalagi pada sore dan malam hari,” tegasnya.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Rianto, salah seorang warga setempat, mengaku kejadian serupa kerap terjadi. Namun, kali ini buaya muncul semakin dekat dengan rumah.
“Hampir setiap hari kami melihat buaya. Tapi sekarang sudah sampai di depan rumah. Kami benar-benar merasa terancam,” ungkapnya.
Warga berharap ada solusi jangka panjang. Bukan sekadar penanganan darurat setiap kali buaya muncul.
“Kami berharap ada turap atau pagar pengaman di sepanjang sungai. Jangan menunggu ada korban dulu,” keluh Rianto.
Warga diminta tetap waspada. Aktivitas di sekitar sungai diimbau untuk dikurangi. Upaya ini penting guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan bantaran Sungai Sangatta. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















