Pranala.co, Samarinda — Setelah dua kali dilanda kebakaran dalam kurun waktu sebulan terakhir, Bigmall Samarinda akhirnya kembali buka. Namun operasional mal terbesar di Ibu Kota Kalimantan Timur itu tetap menuai sorotan, terutama dari DPRD Kota Samarinda.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan pihaknya telah meninjau langsung dua titik lokasi kebakaran di Bigmall. Peninjauan itu dilakukan bersama pejabat teknis dan pihak manajemen pusat perbelanjaan.
“Penanganan pascakebakaran baru mulai dilakukan setelah pembukaan polis asuransi pada 6 Juli lalu,” kata Deni, Rabu (23/7/2025).
Ia menyebut, manajemen Bigmall masih menunggu hasil laporan forensik dari kepolisian. Meski begitu, sejumlah perbaikan awal pada area terdampak kebakaran pertama telah berjalan.
Sementara itu, pada insiden kebakaran kedua, hanya satu tenan yang terbakar. Deni menyebut sistem sprinkler dan hydrant berfungsi normal. Api bisa dipadamkan dalam waktu kurang dari 40 menit.
“Kami juga mengecek langsung tenan yang terbakar. Sistem pemadamnya bekerja. Tapi kami tidak ingin ada kebakaran ketiga,” tegas Deni.
DPRD Beri Tiga Catatan Penting
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama manajemen Bigmall, Komisi III DPRD memberikan tiga catatan penting:
- Sistem Mekanikal Elektrikal (ME) harus diuji dan sesuai standar. Ini mencakup instalasi listrik di seluruh gedung, termasuk masing-masing tenan.
- Evaluasi Struktur Bangunan. Kebakaran dengan suhu tinggi bisa melemahkan struktur baja dan besi. DPRD meminta manajemen dan Dinas PUPR Kota Samarinda segera menyampaikan hasil evaluasi teknis.
- Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Ini menjadi syarat legal untuk memastikan operasional Bigmall benar-benar aman.
Deni juga menegaskan jika terjadi kebakaran untuk ketiga kalinya, DPRD akan merekomendasikan kepada pemerintah kota untuk menutup sementara operasional Bigmall.
“Ini soal keselamatan masyarakat. Bigmall bukan hanya pusat belanja, tapi juga tempat wisata dan ikon ekonomi. Keamanan harus jadi prioritas,” ujarnya.
Menurut Deni, Bigmall menjadi destinasi utama masyarakat Samarinda dan kota sekitar setiap akhir pekan. Maka jika keamanannya diragukan, dampaknya bisa sangat luas, baik secara sosial maupun ekonomi.
“Kami harap ke depan kunjungan kami bukan karena kejadian kebakaran, tapi sebagai mitra, atau sekadar pengunjung,” pungkasnya.

















