Pranala.co, BALIKPAPAN — Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, kebutuhan uang pecahan kecil selalu meningkat. Tradisi berbagi, pembayaran zakat, hingga transaksi ritel membuat peredaran uang tunai melonjak tajam. Untuk itu, Bank Indonesia bersama perbankan, Pegadaian, dan Perbarindo kembali menghadirkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Sebanyak 213 titik layanan penukaran uang rupiah disiapkan di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser. Layanan tersebut tersebar di kantor bank umum, jaringan Pegadaian, serta BPR dan BPRS anggota Perbarindo. Penyebaran ini dirancang agar masyarakat tidak perlu terkonsentrasi di pusat kota.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan program SERAMBI bertujuan memastikan ketersediaan uang layak edar (ULE) selama Ramadan dan Idulfitri.
“Program ini untuk memastikan ketersediaan uang layak edar dan mendukung kelancaran transaksi masyarakat,” ujarnya, Kamis.
Untuk mengatur alur layanan, BI menyiapkan 26.620 paket penukaran yang dapat dipesan melalui aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR). Melalui sistem ini, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kuota yang tersedia. Skema tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean dan menjaga ketertiban layanan.
Layanan penukaran SERAMBI 2026 dibuka dalam dua periode. Tahap pertama berlangsung pada 18–27 Februari 2026, sedangkan tahap kedua pada 1–15 Maret 2026. Sementara itu, pemesanan layanan kas keliling tematik dan penukaran terpadu melalui aplikasi PINTAR dibuka mulai 13 Maret 2026.
Model layanan penukaran dibagi dalam beberapa skema, yakni melalui loket bank umum, jaringan Pegadaian, BPR/BPRS anggota Perbarindo, serta layanan kas keliling tematik. Seluruhnya tetap menggunakan aplikasi PINTAR sebagai pintu masuk pemesanan.
BI juga menyiapkan layanan penukaran terpadu yang menggabungkan beberapa lembaga dalam satu lokasi pada hari-hari tertentu. Skema ini disusun untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang puncak Ramadan dan Idulfitri.
Guna mendukung program tersebut, BI menyiapkan ULE sebesar Rp2 triliun. Jumlah ini meningkat sekitar 11 persen dibandingkan Rp1,8 triliun pada Ramadan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja BI Balikpapan.
Selain penyediaan uang tunai, BI juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi digital seperti mobile banking, internet banking, dan QRIS. Kombinasi pembayaran tunai dan non-tunai diharapkan menjaga kelancaran sistem pembayaran selama periode hari besar keagamaan.
Dalam rangkaian SERAMBI 2026, BI turut melanjutkan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukasi mencakup pengenalan ciri keaslian uang melalui metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) serta perawatan uang dengan prinsip 5J.
Prinsip 5J meliputi jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi. Langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas uang tetap layak edar dan aman digunakan dalam transaksi sehari-hari. (RIL/SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















