Pranala.co, SAMARINDA – Kegelisahan tujuh mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) akhirnya terjawab. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama ITK resmi menyepakati solusi setelah pembatalan beasiswa Program Gratispol sempat membuat para mahasiswa terancam tidak dapat melanjutkan studi.
Masalah ini mencuat ketika para mahasiswa menerima surat pembatalan beasiswa hanya dua pekan menjelang pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester kedua. Padahal, mereka telah dinyatakan lolos sebagai penerima sejak September 2025.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (POD) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Siti Sugiyanti, memastikan seluruh mahasiswa terdampak kini telah mendapatkan jalan keluar melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pihak kampus.
“Kami telah menyepakati langkah tindak lanjut bagi mahasiswa yang belum terakomodasi dalam Program Gratispol ini. Wewenang untuk menjalankan solusi tersebut sepenuhnya ditindaklanjuti oleh Pemprov dan ITK berdasarkan kesepakatan bersama,” ujar Siti dalam pernyataan resminya, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, penyelarasan kebijakan ini penting agar visi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur tetap berjalan tanpa menghambat proses akademik mahasiswa.
“Pemprov Kaltim dan ITK berkomitmen memastikan seluruh mahasiswa program MMT yang memenuhi kriteria tetap dapat melanjutkan pendidikan. Kami mengapresiasi kerja sama konstruktif pihak kampus dalam menjaga sinergi ini,” tambahnya.
Kabar tersebut disambut lega oleh para mahasiswa. Ade Rahayu Putri Jaya, salah satu mahasiswi MMT kelas eksekutif, mengatakan kebuntuan komunikasi yang sempat terjadi kini telah menemukan titik terang.
“Alhamdulillah, kami telah mendapatkan solusi terbaik melalui kerja sama yang baik antara pihak ITK dan Pemprov Kaltim. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi hingga tercapai solusi ini,” kata Ade.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekan tetap berkomitmen melanjutkan pendidikan dan tidak akan mengundurkan diri dari ITK.
Meski demikian, Ade berharap program unggulan pemerintah daerah tersebut ke depan memiliki panduan sosialisasi yang lebih matang agar kesalahpahaman serupa tidak terulang.
“Kami berharap program Gratispol dapat disosialisasikan dengan lebih jelas sejak awal, mulai dari proses pendaftaran hingga persyaratan yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Ungkapan syukur serupa juga disampaikan mahasiswa lainnya melalui media sosial. Akun TikTok @ramdny mengabarkan bahwa dana beasiswa akan dicairkan untuk semester dua hingga semester empat.
“Akhirnya dapat titik terang, beasiswa kami akan dicairkan untuk semester dua, tiga, dan empat. Terima kasih untuk Pemprov Kaltim yang mau mendengarkan aspirasi kami yang sempat diputus di awal,” ungkapnya.
Ia juga mengajak calon mahasiswa untuk tetap percaya diri menempuh pendidikan tinggi di Kalimantan Timur. Menurutnya, kualitas pendidikan di ITK semakin kompetitif dan layak menjadi pilihan utama.
“Pihak ITK sudah sangat berusaha keras agar kami tidak sampai mundur kuliah. Untuk teman-teman yang masih memiliki kendala, bisa langsung menghubungi admin atau pihak kampus terkait,” pungkasnya. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















