Pranala.co, BONTANG – Asap tipis mengepul di halaman belakang Kantor Bea Cukai Bontang, Selasa (21/10/2025). Di sana, tumpukan rokok ilegal dan botol minuman beralkohol tanpa izin edar dimusnahkan.
Adapula botol dipecahkan, kardus rokok dibakar. Semua dilakukan di depan publik, simbol keterbukaan dan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari peredaran barang berbahaya.
Kegiatan pemusnahan itu digelar Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bontang. Hadir langsung Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bersama Kepala KPPBC TMP C Bontang, Tri Haryono Suhud, unsur Forkopimda, OPD, serta tamu undangan lainnya.
“Seluruh barang yang dimusnahkan hari ini sudah berkekuatan hukum tetap. Ini bukti nyata komitmen kami dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga penerimaan negara,” ujar Tri Haryono.
Sepanjang 2025, Bea Cukai Bontang telah menuntaskan 19 kasus penindakan terhadap pelanggaran di bidang cukai dan perdagangan tanpa izin edar. Hasilnya, 93.720 batang rokok ilegal dan 148,18 liter minuman beralkohol ilegal berhasil diamankan.
Barang-barang tersebut disita melalui operasi gabungan, baik tematik maupun khusus, di berbagai titik di wilayah Bontang dan sekitarnya. Menurut Tri, upaya ini merupakan bagian dari tugas Bea Cukai sebagai community protector, pelindung masyarakat dari ancaman barang ilegal yang merugikan negara dan membahayakan kesehatan publik.
Tak hanya di bidang pengawasan, kinerja Bea Cukai Bontang juga diakui dari sisi tata kelola pemerintahan. Setelah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), pada 2024 lembaga ini kembali mencetak prestasi dengan memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Capaian ini jadi motivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat pengawasan, dan menjaga integritas dalam bekerja,” tambah Tri Haryono.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memberikan apresiasi atas dedikasi jajaran Bea Cukai Bontang. Ia menyebut lembaga ini berperan penting sebagai penjaga ekonomi dan pelindung masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Komitmen Bea Cukai menjaga wilayah ini dari barang ilegal patut diapresiasi,” ujarnya.
Agus juga menegaskan, pemerintah kota akan terus mendukung kinerja Bea Cukai agar predikat WBBM dapat dipertahankan.
“Prestasi ini mencerminkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Mari kita jaga integritas ini bersama,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Agus mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli rokok tanpa pita cukai dan minuman beralkohol tanpa izin edar. Menurutnya, memilih produk legal bukan hanya soal kepatuhan hukum, tapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan.
“Dengan membeli produk berpita cukai, masyarakat ikut membantu negara. Karena hasil cukai itu kembali ke daerah untuk pembangunan dan kesejahteraan bersama,” tegas Wawali Bontang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















