SAMARINDA, Pranala.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengisyaratkan penghentian bantuan keuangan (bankeu) kepada kabupaten dan kota pada tahun 2027. Kebijakan ini diambil lantaran anggaran daerah terpasung oleh tingginya alokasi untuk belanja wajib yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, memaparkan proyeksi pendapatan daerah tahun depan mencapai Rp12 triliun. Namun, sebagian besar telah terserap untuk kebutuhan dasar prioritas.
“Dari proyeksi pendapatan Rp12 triliun tersebut, sekitar Rp4 triliun telah dialokasikan untuk dana bagi hasil ke kabupaten-kota,” ujar Sri Wahyuni di Samarinda, Selasa (31/3/2026).
Selain dana bagi hasil, belanja pegawai yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun serta program prioritas pemerintah daerah turut menyumbat ruang gerak fiskal. Di antaranya, program Gratispol (Jaminan Sosial Pendidik Profesional) yang menyerap anggaran Rp2 triliun.
“Kita punya prioritas Gratispol Rp2 triliun, kemudian ada belanja wajib lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Dengan komposisi ini, kemampuan kita untuk mendanai program tambahan di luar belanja wajib sangat terbatas,” terangnya.
Sekda Kaltim menegaskan, bankeu bukan komponen belanja wajib dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Berbeda dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang telah diatur secara normatif sebagai kewajiban pemerintah daerah.
“Menjadi tidak bijak kalau belanja wajib saja kita tidak penuhi, tapi kita membuat belanja bantuan keuangan. Idealnya, bankeu diberikan ketika belanja wajib sudah terpenuhi,” tegasnya.
Meski menimbulkan kekhawatiran di sejumlah wilayah, Pemprov Kaltim menegaskan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas keuangan daerah. Pemprov Kaltim berkomitmen memastikan pemenuhan kewajiban dasar kepada masyarakat dapat berjalan optimal, meski harus mengorbankan dukungan fiskal kepada daerah-daerah di bawahnya. (RE/DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















