Pranala.co, SAMARINDA – Banjir yang masuk ke rumah-rumah warga di Jalan Padat Karya, Gang Sayur 9, Sempaja Utara, memicu kemarahan. Warga menuding penyebabnya berasal dari proyek perumahan PT Graha Mandiri Kaltim.
Sebelum ada proyek itu, genangan air tak pernah separah sekarang. Tapi setelah pembangunan berjalan, hujan deras langsung membuat air meluap hingga hampir satu meter.
“Rumah dan kendaraan rusak. Mobil saya perbaikannya bisa sampai Rp70 juta,” keluh Susilo, salah satu warga terdampak, Kamis (2/10).
Perwakilan masyarakat, Sultan dari Masyarakat Pemerhati Perkembangan Kalimantan Timur (MPPKT), menegaskan warga hanya meminta keadilan.
“Kami tidak menuntut banyak. Hanya ingin air dari perumahan tidak masuk ke permukiman. Tanggung jawab sosial perusahaan itu penting,” ujarnya.
Menurut Sultan, saat rapat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, perusahaan sempat berjanji membangun kolam retensi seluas 733,5 meter. Namun, warga menilai folder yang ada sekarang tak mampu menampung air.
“Kalau komitmen itu dipenuhi, kami siap berdamai tanpa tuntutan,” tambahnya.
Perusahaan Angkat Bicara
Direktur PT Graha Mandiri Kaltim, Jimmy Sianturi, tak menampik adanya komplain. Ia memastikan pihaknya sudah mengambil langkah.
“Folder sudah kami bangun sesuai izin set plan. Kami juga lakukan perawatan rutin, mengangkat lumpur, membersihkan paret, dan membangun tanggul agar air mengalir ke folder,” jelasnya.
Selain itu, area terbuka akan segera ditanami tanaman penutup tanah (cover crop) untuk mengurangi lumpur. Jimmy menegaskan pihaknya sedang mengejar penyelesaian proyek agar jalan dan drainase cepat terbentuk.
“Kami ingin pembangunan tuntas supaya risiko banjir semakin kecil,” katanya.
DLH Lakukan Pengawasan
DLH Samarinda turun langsung ke lapangan menindaklanjuti aduan warga. Ernestina Loda, Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Madya, menyebut ada progres dari pihak pengembang.
“Sebelumnya memang tidak ada kolam sedimen dan tanggul sesuai prosedur. Tapi sekarang sudah mulai dibangun. Kami akui ada perbaikan,” ujarnya.
DLH memastikan seluruh dokumen perizinan perusahaan telah sesuai aturan. Namun, pengawasan akan terus dilakukan agar kegiatan tidak berdampak buruk pada warga.
“Pengembang juga akan melakukan penanaman cover crop sebagai mitigasi tambahan. Tim kami akan memantau secara berkala,” tegas Ernestina.
Meski perusahaan sudah berjanji memperbaiki, warga masih menunggu hasil nyata. Mereka berharap banjir tak lagi menjadi tamu langganan tiap kali hujan turun.
“Yang kami inginkan sederhana: rumah kami aman dari banjir,” ujar Santi, salah satu korban. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















