Pranala.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mengintensifkan langkah pengendalian inflasi menjelang bulan suci Ramadan dengan menggelar pasar murah selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Februari 2026. Program ini digagas oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Potongan harga yang ditawarkan bervariasi, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp10.000, bergantung pada jenis komoditas.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri, mengatakan pasar murah menyediakan bahan pokok esensial seperti beras, telur, daging, gula, dan minyak goreng. Seluruh komoditas tersebut dipasok langsung oleh distributor terpercaya guna memastikan kualitas dan ketersediaannya.
“Peran kami adalah memastikan ketersediaan sembako dari para distributor dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujar Haemusri dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).
Selain bahan pokok, program ini juga mencakup bahan pokok penting, khususnya gas elpiji ukuran 3 kilogram. Penyalurannya dilakukan secara khusus oleh Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kestabilan pasokan dan mencegah kelangkaan menjelang Ramadan.
Sementara itu, komoditas hortikultura seperti sayur-mayur dan kebutuhan pangan segar lainnya dikoordinasikan langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Balikpapan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga komoditas hortikultura tetap terkendali di tengah potensi peningkatan permintaan.
Meski demikian, Haemusri mengakui bahwa pelaksanaan pasar murah masih memiliki keterbatasan. Saat ini, kegiatan tersebut baru dipusatkan di satu lokasi dengan jam operasional terbatas, yakni pukul 09.00 hingga 13.00 WITA.
Ke depan, TPID Balikpapan berencana memperluas jangkauan program serupa sepanjang bulan Ramadan. Rencana tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Perdagangan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Pemerintah Kota Balikpapan berharap, melalui pasar murah dan sinergi antarinstansi, tekanan inflasi menjelang dan selama Ramadan dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok tetap terjangkau. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















