BONTANG – PT Badak Natural Gas Liquefaction alias Badak LNG akan mengaktifkan kembali salah satu fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) atau train di Kilang Gas Bontang, Kalimantan Timur.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan bahwa train yang akan diaktifkan kembali adalah Train F. Langkah ini diambil untuk mendukung rencana produksi gas dari sumur Geng North-1 di Blok North Ganal, yang dikelola oleh perusahaan migas asal Italia, ENI.
Dalam kunjungan kerja di Kilang Gas Bontang, Arifin Tasrif menyatakan, train F Kilang Bontang akan diaktivasi kembali karena masih relevan dengan kebutuhan saat ini dan memiliki potensi untuk diaktifkan kembali.
“Kami telah meminta program reaktivasi ini dirumuskan, termasuk anggarannya,” tambahnya.
Aktivasi kembali Train F akan menambah kapasitas pengolahan gas di Kilang Bontang. Menurut Arifin, setiap train di kilang gas tersebut memiliki kapasitas rata-rata sekitar 400 juta kaki kubik gas per hari (mmscfd). Dengan tambahan Train F, kapasitas total Kilang Gas Bontang bisa mencapai 1.600 mmscfd jika keempat train beroperasi penuh.
“Saat ini, kapasitas total Kilang Gas Bontang mencapai 800 mmscfd dengan dua train aktif, namun produksi belum maksimal karena terbatasnya pasokan gas yang masuk, yaitu sekitar 600 mmscfd,” jelas Arifin.
Berdasarkan data dari PT Badak NGL, Kilang Gas Bontang saat ini memiliki total delapan train dari Train A hingga Train H. Namun, hanya tiga yang aktif, yaitu Train E, G, dan H. Dua train lainnya, G dan H, memiliki kapasitas masing-masing 400 mmscfd, sementara Train E disiapkan sebagai standby train yang akan beroperasi jika ada tambahan gas umpan.
“Saat ini dua train beroperasi dan satu train standby, yaitu Train E,” tambah Arifin.
Dengan diaktifkannya kembali Train F, diharapkan Kilang Gas Bontang dapat menerima tambahan pasokan gas dari sumur Geng North-1 di Blok North Ganal, yang akan meningkatkan produksi LNG di wilayah Kalimantan Timur. Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memaksimalkan potensi kilang gas yang ada di Indonesia.
“Kami berharap, dengan aktivasi kembali Train F, produksi gas dapat lebih cepat dan optimal, sehingga kapasitas kilang bisa digunakan sepenuhnya,” tutup Arifin. (*)



















Comments 5