Pranala.SANGATTA – Masyarakat Kutai Timur (Kutim) kini punya kesempatan menarik: cukup menukar dua tabung LPG 3 kg, bisa ikut undian berhadiah sepeda motor.
Program bertajuk “Tukar Tabung Dapat Motor” ini digelar PT Pertamina Patra Niaga selama dua hari, yakni 22–23 Juli 2025, di Pasar Induk Sangatta.
Syaratnya simpel. Warga cukup membawa dua tabung LPG 3 kg untuk ditukar dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg. Hanya dengan membayar Rp115 ribu, masyarakat sudah bisa ikut program ini.
“Ini bagian dari upaya kami mendorong masyarakat mampu agar beralih dari LPG bersubsidi ke Bright Gas,” ujar Fatchurrohim, Checker Pertamina Patra Niaga Site Sangatta, Selasa (22/7/2025).
Dapat Minyak, Gula, dan Souvenir Langsung
Tak hanya ikut undian motor, peserta yang menukar gas juga langsung mendapat hadiah menarik. Mulai dari minyak goreng, gula pasir, hingga souvenir eksklusif dari Pertamina.
Nama-nama peserta akan langsung didaftarkan dalam sistem untuk mengikuti undiannya pada 17 Agustus 2025. Pengundian dilakukan secara daring melalui akun Instagram resmi @energizingborneo.
“Motor adalah hadiah utamanya. Tapi mungkin ada tambahan doorprize saat pengumuman nanti,” kata Fatchurrohim.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur ikut mendukung dan mengawasi program ini. Menurut mereka, program ini adalah langkah nyata mendorong masyarakat mampu agar tidak lagi memakai LPG subsidi.
“Kita ingin edukasi warga. Kalau mampu, pakai Bright Gas 5,5 kg. Jangan rebutan tabung 3 kilo yang seharusnya untuk masyarakat kurang mampu,” kata Achmad Donny Efendi, Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim.
Ia menegaskan bahwa Bright Gas merupakan produk non-subsidi, sehingga harganya menyesuaikan pasar dan tidak menggunakan dana APBN.
“Ini bukan soal mahal atau murah, tapi soal kesadaran. Subsidi itu ada batasnya, dan harus tepat sasaran,” tegasnya.
Program ini menjadi salah satu strategi transisi energi subsidi ke non-subsidi tanpa paksaan. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan insentif menarik, diharapkan semakin banyak masyarakat sadar pentingnya beralih ke LPG nonsubsidi.
“Targetnya sederhana: warga yang mampu jangan lagi pakai tabung melon,” tutup Donny.

















