PEMERINTAH Kota Bontang mulai mendorong pembukaan lintasan laut baru yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan Sulawesi Barat. Rute Bontang–Mamuju digagas sebagai jalur strategis untuk mengurangi ketergantungan distribusi dari luar daerah.
Rencana ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Pemkot Bontang bersama PT ASDP Cabang Balikpapan, Senin, 13 April 2026. Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, dihadiri Pj Sekda Akhmad Suharto, Asisten Perekonomian Sony Suwito Adicahyono.
hadirpula Kepala Dinas Perhubungan Topan Kurnia. Dari pihak operator, hadir General Manager PT ASDP Cabang Balikpapan, Muhammad Ramadhani Hadi Saputra, bersama tim teknis. Agus Haris menegaskan, pembukaan lintasan ini bukan sekadar membuka jalur transportasi baru, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan logistik daerah.
“Selama ini Bontang masih bergantung pada pasokan dari luar, terutama Surabaya. Kita butuh jalur alternatif,” ujarnya.
Konektivitas dengan wilayah Sulawesi Barat dan Selatan dinilai memiliki potensi besar, baik untuk distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.
Rencana pembukaan lintasan ini disebut juga merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama disampaikan. Selain Bontang, potensi penumpang juga datang dari daerah sekitar seperti Kutai Timur dan Berau.
Dengan cakupan wilayah tersebut, rute ini dinilai memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan.
Namun, rencana ini tidak lepas dari tantangan. Kepala Dinas Perhubungan Bontang, Topan Kurnia, mengungkapkan kondisi pelabuhan saat ini masih memiliki keterbatasan, terutama belum tersedianya fasilitas ramp untuk kapal feri.
Upaya sebelumnya sempat dirintis, tetapi belum berlanjut karena minimnya kajian teknis. “Ini yang perlu kita lengkapi agar rencana bisa berjalan,” ujarnya.
Dari sisi operator, PT ASDP menyatakan ketertarikan terhadap rencana tersebut. Perusahaan pelayaran pelat merah itu juga menyatakan kesiapan armada untuk mendukung operasional, dengan catatan kajian teknis harus dilakukan secara komprehensif.
Tim ASDP akan melakukan survei lapangan guna menilai kelayakan lintasan, termasuk aspek teknis, operasional, dan bisnis.
Agus Haris menyebut telah tercapai kesepahaman awal antara pemerintah daerah dan operator. Ia mendorong percepatan melalui peninjauan langsung ke lapangan, sebagai langkah konkret menuju realisasi.
Jika terwujud, lintasan Bontang–Mamuju tidak hanya menjadi jalur baru di peta transportasi laut, tetapi juga membuka ruang distribusi yang lebih efisien—menghubungkan dua pulau, sekaligus memperluas denyut ekonomi kawasan. [ADS/BTG]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















