Pranala.co, BALIKPAPAN — Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan mencatat kinerja menggembirakan sepanjang Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Total pergerakan penumpang mencapai 360.328 orang.
Capaian tersebut melampaui angka prapandemi. Tingkat pemulihan bahkan menembus 105 persen.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Winaya Mahdar, mengatakan tren positif ini menunjukkan kebangkitan sektor penerbangan di Kalimantan Timur berjalan lebih cepat dari perkiraan.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah penumpang naik sekitar lima persen. Artinya, pemulihan pascapandemi sudah melewati target awal,” ujarnya kepada awak media, Senin (5/1/2026).
Lonjakan penumpang tertinggi tercatat pada 22 Desember 2025. Hampir 19.000 penumpang bergerak di bandara menjelang perayaan Natal.
Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 4 Januari 2026. Sekitar 17.000 penumpang tercatat kembali ke kota asal setelah libur panjang.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara mengoperasikan 16 penerbangan tambahan. Penerbangan ekstra dilayani oleh sejumlah maskapai, antara lain Lion Air Group, Garuda Indonesia, dan Pelita Air.
Manajemen bandara juga melakukan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali Island Alpha di area check-in sejak akhir pekan lalu.
Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan penumpang yang sebelumnya terpusat di Island Charlie dan Delta.
“Keberangkatan internasional kini difokuskan di Island Alpha. Tujuannya agar arus penumpang lebih merata dan antrean panjang bisa dikurangi,” jelas Iwan.
Ke depan, optimalisasi layanan akan terus dilakukan. Pada semester pertama 2026, manajemen berencana memaksimalkan fungsi Island Bravo untuk memperluas kapasitas pelayanan penumpang.
Meski demikian, periode Nataru juga diwarnai tantangan operasional. Sebanyak 18 penerbangan tercatat melakukan divert atau Return to Base akibat kondisi cuaca buruk.
Iwan menegaskan, keputusan tersebut merupakan prosedur standar penerbangan. Keselamatan penumpang dan kru tetap menjadi prioritas utama.
Dari sisi tujuan, rute domestik masih didominasi Jakarta (CGK), Makassar (UPG), Surabaya (SUB), Yogyakarta (YOG), dan Tarakan (TRK).
Sementara penerbangan internasional yang dilayani AirAsia, Royal Brunei, dan Malaysia Airlines menunjukkan pertumbuhan stabil. Tren penerbangan umrah juga terus meningkat dan menjadi salah satu penyumbang pergerakan penumpang.
Dengan capaian tersebut, manajemen Bandara SAMS Sepinggan memasang target ambisius pada 2026. Jumlah penumpang diharapkan kembali menembus angka 5,5 juta orang.
“Kami optimistis target itu bisa tercapai. Kuncinya ada pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta inovasi layanan yang berkelanjutan,” pungkas Iwan.
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















