Pranala.co, PANGKEP — Krisis air bersih kembali menghantui warga Kampung Kalampang, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Sudah hampir sepekan terakhir, air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pangkep tidak mengalir ke rumah-rumah warga.
Keluhan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, warga sempat mengalami kondisi serupa selama hampir dua pekan. Air baru mengalir kembali sekitar dua hari. Namun harapan itu tak bertahan lama. Pasokan kembali terhenti tanpa pemberitahuan resmi.
Warga pun kembali dibuat resah. Salah seorang warga, Andi Anjes, mengaku kecewa dengan layanan PDAM Pangkep. Menurutnya, masalah ini terus berulang tanpa solusi yang jelas.
“Air sempat mengalir dua hari setelah hampir dua minggu mati. Sekarang tidak mengalir lagi. Sampai hari ini tidak adami air,” ujar Andi Anjes kepada pranala.co, Sabtu (20/12/2025).
Matinya aliran air memaksa warga mencari jalan lain. Ada yang mengandalkan sumur. Ada pula yang terpaksa membeli air bersih. Kondisi ini jelas menambah beban pengeluaran, terutama bagi keluarga dengan ekonomi terbatas.
Air dibutuhkan untuk banyak hal. Mandi. Mencuci. Memasak. Semua terganggu.
Warga berharap PDAM Pangkep dan pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka meminta perbaikan dilakukan secara serius, bukan sekadar solusi sementara. Selain itu, warga juga berharap ada penjelasan terbuka terkait penyebab gangguan distribusi.
“Jangan hanya mengalir sebentar, lalu mati lagi. Kami butuh air yang stabil,” harap salah satu warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PDAM Pangkep Je’ne Tagari, Akbar, membantah adanya unsur kelalaian. Ia menjelaskan, gangguan terjadi karena kondisi pompa yang sudah tua dan kerap mengalami kerusakan.
“Bukan lalai. Pompa kami memang sering bermasalah karena usianya sudah tua,” kata Akbar.
Ia memastikan pihaknya tengah berupaya melakukan perbaikan. PDAM Pangkep, kata Akbar, akan segera menerima pengadaan pompa baru.
“Insyaallah bulan ini ada pompa baru. Total sembilan unit. Mudah-mudahan minggu depan sudah disuplai dan bisa dipasang,” jelasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















