Pranala.co, BONTANG — Persoalan banjir rob, perbaikan infrastruktur lingkungan, hingga penguatan kawasan wisata menjadi perhatian utama warga Kelurahan Bontang Kuala, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Bontang Kuala Tahun 2026 dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), di Aula Kantor Kelurahan Bontang Kuala, Selasa (27/1/2026) pagi.
Dalam forum tersebut, tercatat sebanyak 59 usulan prioritas pembangunan untuk Tahun Anggaran 2027. Mayoritas usulan berasal dari sektor infrastruktur dasar yang selama ini dinilai paling mendesak oleh masyarakat pesisir.
Salah satu usulan yang menonjol adalah peninggian jalan dan trotoar di wilayah RT 01 hingga RT 20. Program ini diharapkan mampu mengatasi genangan air laut pasang yang kerap merendam kawasan permukiman, terutama saat rob datang bersamaan dengan curah hujan tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Bontang Kuala, Vike Setiawati, menyampaikan bahwa seluruh usulan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, tetapi juga diselaraskan dengan visi pengembangan Bontang Kuala sebagai destinasi wisata unggulan Kota Bontang.
“Bontang Kuala memiliki potensi wisata yang sangat besar. Namun tantangannya juga tidak sedikit, terutama persoalan infrastruktur dan banjir rob yang rutin terjadi,” ujar Vike.
Ia menambahkan, melalui Musrenbang ini diharapkan terbangun kesepahaman antara warga dan pemerintah mengenai arah pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami berharap rencana pembangunan ke depan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk penanganan rob dan pengembangan kawasan wisata Bontang Kuala,” katanya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang, Ilham Wahyudi, memaparkan sejumlah rencana pembangunan fisik yang telah diprogramkan untuk Tahun 2026 di wilayah Bontang Kuala.
Menurut Ilham, terdapat 20 kegiatan pembangunan fisik yang difokuskan pada perbaikan jalan, drainase, parit, hingga penanganan kawasan sungai. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata masyarakat.
Beberapa kegiatan yang direncanakan antara lain rehabilitasi dan pembangunan parit di sejumlah RT, perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase, hingga pembangunan tanggul Sungai Bontang beserta kajian teknis dan detail engineering design (DED)-nya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kajian teknis pembangunan jalan inspeksi sungai, peremajaan jaringan pipa air limbah domestik IPAL, serta pembangunan saluran drainase di kawasan yang rawan genangan.
Musrenbang kelurahan ini menjadi tahapan awal dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Seluruh usulan akan dibahas lebih lanjut di tingkat kecamatan hingga kota, sebelum ditetapkan menjadi bagian dari RKPD Kota Bontang.
Melalui forum tersebut, pemerintah berharap aspirasi masyarakat Bontang Kuala dapat terakomodasi secara proporsional, sehingga pembangunan ke depan tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















