Pranala.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus berbenah menuju konsep smart city. Salah satu langkah terbarunya adalah menyediakan akses kamera pengawas atau CCTV ruang publik yang bisa dipantau langsung oleh masyarakat.
Program ini dijalankan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim. Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Persandian, Sulisman, menyebut layanan ini menjadi bagian penting dalam penguatan sistem keamanan dan keterbukaan informasi publik.
“Pemasangan CCTV sebenarnya sudah kita mulai sejak 2023 di area publik. Hingga kini sudah terpasang 37 unit CCTV,” ujarnya kepada awak media di Sangatta, Selasa (26/8/2025).
Tidak hanya di Sangatta, pemasangan kamera pengawas juga merambah ke seluruh kecamatan di Kutai Timur. Saat ini, tercatat sekitar 50 unit CCTV aktif memantau berbagai titik, termasuk area padat aktivitas warga.
Sebagai tahap awal, portal CCTV publik ini sudah bisa diakses di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Lokasinya mencakup persimpangan jalan, taman bermain, ruang terbuka hijau, Polder Ilham Maulana, komplek perkantoran Bukit Pelangi, hingga sejumlah ruas jalan strategis.
“Kami berharap keberadaan CCTV bisa mempermudah masyarakat untuk memantau kondisi ruang publik secara langsung,” tambah Sulisman.
Selain sebagai sarana keterbukaan, CCTV juga diharapkan membantu aparat keamanan. Misalnya, dalam kasus kehilangan kendaraan atau tindak kriminal di jalanan.
“Jika ada kejadian, masyarakat bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membuka rekaman CCTV yang ada di Diskominfo,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Kutim berencana menambah titik kamera di area rawan kejahatan dan kawasan vital lainnya. Upaya ini diyakini mampu memperkuat keamanan serta mendukung kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
“Kami akan terus meningkatkan layanan informasi. Targetnya, unit CCTV terus bertambah dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tutup Sulisman. (HAF)

















