BONTANG, Pranala.co – Jelang musim mudik Lebaran, keselamatan pemudik di jalan raya kembali menjadi sorotan. Tes urin mendadak yang digelar Dinas Kesehatan Kota Bontang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang Senin (16/3/2026) membuahkan temuan mengkhawatirkan: tiga dari 21 sopir taksi travel dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, mengonfirmasi hasil pemeriksaan tersebut. Dari 21 sopir yang diperiksa, tiga orang terdeteksi positif sabu. Angka tersebut, meski terlihat kecil, memiliki implikasi besar mengingat risiko yang ditimbulkan.
“Bayangkan jika sopir dalam kondisi tidak sadar penuh atau overconfidence akibat zat tersebut. Risiko kecelakaan meningkat drastis, dan yang dipertaruhkan bukan hanya dirinya, tetapi juga keselamatan penumpang,” ujar Luly, Rabu (18/3/2026).
Lulyana menjelaskan, penggunaan narkoba—khususnya sabu—dapat mengganggu fungsi kognitif pengemudi. Efeknya meliputi penurunan konsentrasi, perlambatan refleks, hingga gangguan pengambilan keputusan saat berkendara. Kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan fatal di jalan raya.
Ia juga menepis anggapan keliru yang beredar di kalangan sopir. “Banyak yang salah sangka kalau mengonsumsi narkoba itu membuat seseorang lebih kuat. Padahal itu justru merusak. Itu adalah anggapan yang salah,” tegasnya.
Kegiatan tes urin ini, menurut Lulyana, bukan sekadar tindakan represif. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan pencegahan dini. Sopir angkutan umum diharapkan menyadari bahwa menjaga kondisi tubuh tetap prima adalah kewajiban profesi, bukan pilihan.
BNN Kota Bontang mendorong adanya tindak lanjut tegas terhadap ketiga sopir yang terindikasi positif. Pihaknya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pengusaha transportasi hingga masyarakat pengguna jasa—untuk bersama-sama mengawasi dan menjamin keselamatan perjalanan.
“Keselamatan di jalan dimulai dari pengemudi yang sehat dan bebas narkoba. Ini harus menjadi komitmen bersama,” tutup Lulyana. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















