Pranala.co, SAMARINDA – Insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, Jaya Mualimin, meminta evaluasi menyeluruh dan pembenahan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Untuk sementara, dapur yang diduga terkait harus dihentikan operasionalnya sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar,” ujar Jaya.
Berdasarkan laporan lapangan, sebanyak 25 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mengalami gejala mual hebat dan muntah tidak lama setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa telah mendapatkan penanganan medis, dan kondisi mereka terus dipantau oleh tenaga kesehatan.
Diskes Kaltim bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di daerah untuk melakukan penyelidikan epidemiologi secara mendalam. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi sumber masalah dan memastikan insiden serupa tidak terulang.
Petugas medis juga telah mengamankan sampel sisa makanan serta bahan baku dari dapur penyedia. Sampel tersebut segera diuji di laboratorium guna memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah.
Meskipun proses investigasi masih berlangsung, dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya celah kontaminasi dalam rantai pengolahan bahan makanan atau saat proses distribusi menuju sekolah penerima.
Namun, Jaya menegaskan pihaknya tidak akan terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden tersebut sebelum hasil uji laboratorium diterbitkan secara resmi oleh tim ahli.
“Kami menahan diri untuk tidak membuat kesimpulan prematur. Semua harus berbasis data dan hasil pemeriksaan laboratorium,” tegasnya.
Diskes Kaltim memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) dapur SPPG di wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga berkomitmen menjaga keselamatan siswa sebagai prioritas utama dalam setiap program pelayanan publik. (SON/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















