Pranala.co, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggulirkan program bantuan pendidikan. Kali ini, sebanyak 13 SMP swasta mendapat subsidi penuh dengan total anggaran lebih dari Rp3 miliar.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyebut program ini sebagai bagian dari upaya mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat, terutama saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
“Subsidi kami berikan untuk SMP swasta agar daya tampung pendidikan di Balikpapan lebih merata,” kata Irfan, Jumat (13/6/2025).
Dengan tambahan 13 SMP swasta yang mendapat subsidi, total sekolah jenjang SMP di Balikpapan kini menjadi 41 unit. Pemerintah berharap program ini bisa menampung sekitar 600 hingga 700 siswa baru, tergantung kapasitas masing-masing sekolah.
“Jumlah sekolah dasar kita ada 138, sementara SMP hanya 28. Penambahan ini sangat membantu,” ujarnya.
Setiap siswa yang diterima di sekolah swasta mitra akan memperoleh subsidi berupa: Rp150 ribu per siswa untuk biaya operasional dan Rp1,5 juta per siswa sebagai bantuan uang pangkal.
Dana ini disalurkan langsung melalui pihak sekolah kepada siswa yang menerima manfaat.
“Ke depan, jika kerja sama dengan bank selesai, kami akan pakai sistem kartu siswa agar subsidi bisa langsung digunakan di sekolah,” jelas Irfan.
Irfan menegaskan bahwa program subsidi ini tidak mengurangi alokasi Dana BOS bagi sekolah negeri maupun swasta lainnya.
“Anggarannya terpisah. Jadi Dana BOS tetap aman,” tegasnya.
13 SMP Swasta Penerima Subsidi
Berikut daftar sekolah swasta di Balikpapan yang menjadi mitra program subsidi pendidikan 2025:
- SMP PGRI 4
- SMP Wiyata Mandala
- SMP Plus Nurul Khaerat
- SMP PGRI 7
- SMP Al Ula
- SMPIT As’sadiyah Manuntung
- MTs Ibnu Khaldun
- SMP PGRI 2
- SMP Sabilal Muhtadin
- MTs Sabilal Muhtadin
- SMP YPI
- SMP Sinar Pancasila
- SMP Al Hasan
Program ini juga akan terintegrasi dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dikembangkan pemerintah. Tujuannya agar proses seleksi siswa berjalan transparan dan akuntabel.
“Kami ingin semua proses penerimaan peserta didik bisa berjalan terbuka dan adil,” pungkas Irfan.
[SYAHRUL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















