Pranala.co, BONTANG – Upaya Pemerintah Kota Bontang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang dalam menjaga integritas aparatur sipil negara (ASN) kembali menunjukkan hasil positif. Tes urine mendadak yang digelar BNN Kota Bontang, Rabu (4/2/2026) membuktikan mayoritas ASN di lingkungan Pemkot Bontang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Pemeriksaan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang itu diikuti 110 ASN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 109 orang dinyatakan negatif narkoba. Hanya satu ASN yang terdeteksi positif, namun hasil tersebut dipastikan bukan akibat penyalahgunaan narkotika.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, menjelaskan bahwa temuan positif tersebut disebabkan oleh konsumsi obat medis yang diresepkan dokter.
“Yang bersangkutan mengonsumsi obat jenis Rhinos SF untuk pengobatan penyakit tertentu. Setelah dilakukan klarifikasi dan pendalaman, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba,” ujar Lulyana.
Ia menegaskan, tes urine mendadak ini merupakan langkah preventif dan deteksi dini guna memastikan lingkungan kerja pemerintahan tetap bersih, sehat, dan profesional. Selain pengawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi ASN agar selalu waspada terhadap bahaya narkoba, termasuk memahami dampak penggunaan obat-obatan tertentu terhadap hasil pemeriksaan.
Apresiasi atas hasil tes urine tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Bontang, Sudi Prayitno. Menurutnya, capaian ini mencerminkan komitmen ASN Bontang dalam menjaga integritas dan profesionalisme sebagai pelayan publik.
“Hasil hari ini patut kita banggakan. Ini menjadi bukti bahwa ASN Kota Bontang memiliki kesadaran tinggi untuk menjauhi narkoba. Insyaallah, kita menuju PNS yang 100 persen bersih narkoba,” kata Sudi.
Meski demikian, Sudi menegaskan prinsip keadilan dan akuntabilitas tetap dikedepankan. Ia menyebut masih terdapat satu ASN yang belum mengikuti tes, serta dua ASN lainnya yang tengah cuti melahirkan dan menjalankan tugas kedinasan. Seluruhnya dipastikan akan mengikuti pemeriksaan susulan.
“Tidak ada pengecualian. Semua ASN wajib menjalani tes urine sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Lebih dari sekadar pemeriksaan rutin, Sudi menilai tes urine ini merupakan wujud pertanggungjawaban moral ASN kepada masyarakat. ASN diharapkan mampu menjadi teladan dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan bebas narkoba.
“Ini adalah bukti nyata bahwa ASN Kota Bontang siap berdiri di garis depan sebagai contoh bagi masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat dan berintegritas,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















