Pranala.co, KALTIM – Kabar gembira bagi koperasi desa di seluruh Indonesia! Mulai 1 Juli 2025, koperasi yang tergabung dalam program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bisa mengajukan pinjaman usaha ke bank-bank Himbara—termasuk Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.
Program ini disiapkan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa dan mendukung usaha produktif masyarakat di tingkat akar rumput.
Perlu dicatat, dana ini bukan bantuan hibah, melainkan kredit usaha yang harus dikembalikan.
Dana pinjaman ditujukan untuk unit usaha koperasi seperti: Agen sembako; pangkalan gas LPG; gerai pupuk; jasa logistik; apotek dan klinik desa
Dengan dukungan ini, koperasi diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri.
Syarat Pengajuan: Siapkan Proposal dan 6 Gerai Usaha
Tidak semua koperasi bisa langsung mengakses dana ini. Ada sejumlah syarat penting yang harus dipenuhi:
- Koperasi wajib memiliki minimal enam gerai usaha aktif
- Menyusun proposal bisnis lengkap, termasuk:
- Jenis usaha yang dijalankan
- Rencana penggunaan dana
- Estimasi keuntungan dan waktu pengembalian
Proposal yang disusun akan menjadi dokumen utama evaluasi oleh bank. Kelayakan usaha dan rekam jejak koperasi akan sangat menentukan.
“Kami ingin pinjaman ini betul-betul digunakan untuk usaha produktif, bukan sekadar wacana,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Plafon Pinjaman Hingga Rp 3 Miliar
Bank Himbara telah menyiapkan plafon pinjaman hingga Rp 3 miliar per koperasi, tergantung pada skala dan potensi usaha.
Pelunasan dilakukan setelah koperasi mencapai break even point (BEP). Oleh karena itu, perencanaan bisnis yang realistis sangat penting.
Dari lebih dari 80 ribu koperasi desa di Indonesia, sekitar 65 ribu sudah berbadan hukum.
Koperasi dengan status hukum resmi akan menjadi prioritas utama dalam proses pengajuan pinjaman. Legalitas ini menunjukkan komitmen dan akuntabilitas koperasi dalam menjalankan usaha.
Lewat Kopdes Merah Putih, pemerintah menargetkan terciptanya ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Program ini juga mendukung ketahanan pangan dan energi di tingkat desa, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Koperasi adalah ujung tombak kedaulatan ekonomi lokal. Inilah strategi kita membangun Indonesia dari desa,” tambah Zulkifli.
Pengajuan pinjaman dibuka resmi mulai 1 Juli 2025. Masih ada waktu bagi koperasi untuk menyiapkan proposal dan melengkapi syarat administrasi.
Jangan lewatkan peluang ini! Perkuat koperasi, majukan desa, dan bangun ekonomi dari akar rumput.
[SON/RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















