Pranala.co, BONTANG – Kabar duka dari Sukabumi, Jawa Barat, membuat ibu-ibu di Bontang panik. Seorang balita bernama Raya (4) meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang. Berita ini viral di media sosial dan menyedot perhatian publik.
Dampaknya langsung terasa di Kota Bontang. Sejumlah apotek dan toko obat mendadak diserbu warga. Obat cacing, baik dalam bentuk cair maupun tablet, ludes dibeli.
Rina (32), warga Kelurahan Kanaan, mengaku langsung membeli obat untuk dua anaknya. Ia khawatir kasus yang menimpa Raya bisa saja terjadi pada anak-anaknya.
“Saya takut, apalagi anak-anak sering main di luar. Daripada terlambat, lebih baik dicegah,” ujarnya saat ditemui di Apotek Kimia Farma, Jalan Bhayangkara, Selasa (26/8/2025).
Hal serupa dirasakan Mirna, warga Kelurahan Tanjung Laut. Ia sudah berkeliling ke dua apotek di kawasan Jalan A Yani, namun tidak mendapatkan obat cacing.
“Stoknya habis semua. Terpaksa besok saya antre di puskesmas saja,” katanya.
Lonjakan penjualan obat cacing juga dibenarkan oleh Siti, seorang apoteker di kawasan Bontang Utara. Ia mengaku biasanya obat jenis ini jarang dicari. Namun, dalam sepekan terakhir penjualannya meningkat tajam.
“Kalau biasanya seminggu hanya beberapa strip, sekarang sehari bisa habis puluhan. Bahkan ada yang pesan sampai lebih dari satu kotak,” ungkapnya.
Ratri, apoteker di Kimia Farma Jalan A Yani, juga mengaku hal serupa. Menurutnya, sebagian besar pembeli adalah para ibu yang khawatir anaknya menderita cacingan.
“Sejak berita itu viral, setiap hari ada lebih dari 10 orang yang datang mencari obat cacing. Umumnya minta yang cair karena lebih mudah untuk anak-anak,” jelasnya.
Meski permintaan meningkat, apoteker tetap memberikan edukasi kepada warga. Setiap pasien yang membeli obat cacing, kata Ratri, selalu diberi penjelasan terkait dosis dan aturan pakainya.
“Obat tidak bisa dikonsumsi sembarangan. Ada aturan pakai yang harus diikuti, apalagi untuk anak-anak,” tegasnya. (FR)
















