SAMARINDA, Pranala.co – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengambil langkah tegas menanggapi keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) IA Moeis.
Keluhan warga berawal dari pengalaman kurang menyenangkan di rumah sakit, termasuk sikap petugas yang dinilai tidak ramah dan prosedur pelayanan yang dianggap kurang profesional.
Menanggapi hal tersebut, Andi Harun membuka pernyataannya dengan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh warga Kota Tepian.
“Pertama, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta permohonan maaf yang tulus atas polemik dan ketidaknyamanan yang terjadi di RSIA IA Moeis baru-baru ini,” ujar Andi Harun, Selasa (31/03/2026).
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Samarinda telah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh. Wali kota menegaskan, rumah sakit yang khusus melayani ibu dan anak harus menjadi tempat yang menenangkan. Oleh karena itu, sanksi administratif dijatuhkan bagi pegawai yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.
“Pemerintah kota telah memberikan sanksi internal kepada pihak-pihak terkait yang terlibat dalam masalah tersebut. Kami berkomitmen penuh untuk membenahi total manajemen pelayanan serta kualitas sumber daya manusia di rumah sakit tersebut,” tegas Andi Harun.
Langkah tegas ini bukan semata-mata untuk menghukum, tetapi menjadi momentum perombakan sistem kerja rumah sakit agar lebih peduli dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Andi Harun mengingatkan seluruh pegawai Pemerintah Kota Samarinda bahwa esensi pekerjaan mereka adalah mengabdi kepada warga dengan tulus, bukan menunjukkan sikap yang tidak semestinya.
“Ke depan, kami akan memastikan setiap tenaga kesehatan dan staf administrasi memiliki standar empati yang sama. Pelayanan harus cepat, tepat, dan yang terpenting adalah humanis,” ujarnya.
Melalui tindakan ini, Wali Kota berharap masyarakat kembali merasa tenang dan percaya saat berobat ke fasilitas kesehatan milik pemerintah. Pemerintah Kota Samarinda juga berkomitmen memantau RSIA IA Moeis secara ketat selama masa perbaikan, untuk memastikan pelayanan yang lebih manusiawi benar-benar dirasakan setiap warga tanpa terkecuali.
“Kasus ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan audit menyeluruh. Kami ingin setiap warga yang datang ke rumah sakit merasa aman dan diayomi oleh petugas kita,” pungkasnya. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















