BONTANG, Pranala.co – Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah tegas terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan, pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan diberlakukan bagi ASN yang tidak menunjukkan kinerja optimal.
Menurut Neni, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menegakkan disiplin sekaligus meningkatkan profesionalisme ASN di lingkungan Pemkot Bontang. Ia menekankan bahwa TPP bukan hak otomatis, melainkan penghargaan atas kinerja yang terukur dan bertanggung jawab.
“Saya tuntut kinerjanya harus maksimal, karena awal tahun semua tender harus dikerjakan agar bisa selesai dengan sempurna,” tegas Neni.
Penilaian kinerja ASN, lanjutnya, akan dilakukan secara objektif berdasarkan sejumlah indikator. Di antaranya capaian kerja, tingkat kehadiran, serta kontribusi nyata di masing-masing perangkat daerah.
“Ada poin ada koin, jadi kalau kerja baik bagus, sesuai target TPP tidak akan dipotong. Kalau kerja buruk, ya dipotong,” tambah Neni.
Wali Kota berharap kebijakan ini menjadi pemacu semangat ASN untuk bekerja lebih optimal dan tidak setengah-setengah dalam menjalankan tugasnya. Dengan profesionalisme yang meningkat, kualitas pelayanan publik di Kota Bontang juga diharapkan ikut meningkat.
“Walaupun anggaran kita terbatas, biar wali kota dan DPR yang mencari dananya, kalian tetap harus bekerja maksimal,” tegas Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (ADS/BTG)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















