Pranala.co, BALIKPAPAN — Waduk Korpri Blok 2 di Jalan Widya Praja, RT 5, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, kini berubah jadi sumber keresahan. Proyek yang dibangun awal 2024 itu tampak terbengkalai. Gelap, ditumbuhi semak, dan pagarnya pun nyaris roboh.
Warga sudah tak sabar. Berkali-kali mengadu, tapi belum ada respons berarti.
“Sudah dua bulan kami kirim surat ke DPU. Tapi tidak ada tindak lanjut,” ujar Aziz Rajab, warga sekitar yang didampingi Ketua RT 05 Syainillah dan Ketua Lingkungan Wahyudin, Minggu (20/7).
Aziz menyebut, kondisi waduk kini membahayakan. Gorong-gorong tidak pernah dibersihkan. Semak-semak menutupi pondasi. Bahkan, lampu penerangan yang dipasang saat proyek rampung hanya menyala dua hari.
“Setelah itu mati. Sampai sekarang. Waduk jadi gelap. Anak-anak sering main di sana malam-malam. Sangat berisiko,” katanya.
Yang juga jadi sorotan adalah pagar pengaman. Secara kasat mata, terlihat rapuh dan sudah mulai berkarat.
“Sepertinya bukan pagar standar BRC. Cuma besi biasa yang dicat seperti BRC. Tanpa pondasi. Bisa rubuh kapan saja,” lanjut Aziz.
Warga mendesak dua hal: pengerukan waduk dan penggantian pagar. Lumpur dan sampah harus diangkat berkala agar air tak meluap saat musim hujan. Sedangkan pagar, diminta diganti beton agar lebih kokoh dan tak mudah dimanfaatkan penambang pasir ilegal.
“Kalau tidak rutin dikeruk, hujan sedikit saja sudah cukup bikin banjir ke rumah warga,” kata dia.
Usulan warga tidak berhenti di situ. Mereka ingin taman sekitar waduk direvitalisasi, bahkan dijadikan bagian dari titik pantau Adipura. Tapi bukan sekadar taman pajangan.
“Jangan hanya nilai tempat yang sudah disiapkan. Waduk ini juga butuh perhatian,” tegas Aziz.
Masih di lokasi yang sama, warga juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera lakukan reboisasi di area atas Gedung Kesenian yang berdampingan langsung dengan waduk.
“Kalau tak ada penghijauan di atas situ, air hujan bisa langsung menggerus tanah. Lama-lama longsor,” tambahnya.
Kini, warga hanya bisa berharap. Harap-harap cemas agar pemerintah segera bertindak. Sebelum waduk benar-benar jadi malapetaka. Bukan lagi penampung air, tapi pemicu bencana.

















