SANGATTA, Pranala.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai menggerakkan efisiensi energi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini menjadi respons terhadap meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah. Aturan ini berlaku sejak 1 April 2026 dan mencakup pengaturan work from home (WFH).
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi langsung mempraktikkan kebijakan tersebut. Ia mengusulkan pemanfaatan kendaraan listrik sebagai alternatif menekan penggunaan BBM di daerah.
“Penggunaan kendaraan listrik dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM,” ujar Mahyunadi di Sangatta, Senin (6/4/2026).
Ia mengungkapkan telah menggunakan kendaraan dinas berbasis listrik selama lebih dari satu tahun. Dari pengalaman tersebut, kendaraan listrik dinilai lebih hemat dibandingkan kendaraan konvensional.
“Saya sudah menggunakan kendaraan dinas non-BBM ini sudah setahun lebih. Ini merupakan salah satu contoh,” tuturnya.
Mahyunadi menyebutkan biaya perjalanan dinas dari Sangatta ke Balikpapan pulang-pergi menggunakan kendaraan listrik tidak mencapai Rp300 ribu. Sementara itu, kendaraan berbahan bakar minyak dapat menghabiskan biaya sekira Rp500 ribu hingga Rp600 ribu untuk rute yang sama.
“Saya pulang-pergi Sangatta–Balikpapan tidak sampai Rp300 ribu. Jadi sangat irit,” ungkapnya.
Selain efisiensi biaya, kemudahan pengisian daya juga menjadi pertimbangan. Kendaraan listrik dapat diisi ulang di rumah tanpa harus mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Mahyunadi mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kutim untuk mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik, khususnya dalam pengadaan kendaraan dinas ke depan.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung kebijakan efisiensi energi sekaligus mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan daerah.
“Saya sarankan dinas-dinas di Kutai Timur (Kutim) ke depan agar memikirkan, kalau ada pengadaan baru agar memikirkan bagaimana bisa mengadakan kendaraan listrik,” katanya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















