Pranala.co, BONTANG – Ada yang berbeda di gelaran Piala Presiden 2025. Bukan cuma soal peserta yang lebih ramping, tapi juga cara memilih pemain. Tim Liga Indonesia All Star kali ini disusun bukan oleh pelatih, tapi oleh suporter!
Ya, 30 nama pemain yang akan tampil mengenakan jersey All Star ditentukan langsung lewat voting terbuka untuk publik. Voting ini jadi magnet tersendiri dalam gelaran pramusim paling bergengsi di Tanah Air itu.
Turnamen ini hanya diikuti oleh enam tim. Mereka adalah:
- Persib Bandung (Juara Liga 1),
- Dewa United (Runner-up Liga 1),
- Arema FC (Juara bertahan Piala Presiden),
- Tim Liga Indonesia All Star,
- Oxford United dari Inggris,
- dan Port FC dari Thailand.
Menariknya, satu-satunya pertandingan yang digelar di luar Bandung adalah laga pembuka antara All Star vs Oxford United. Duel ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 6 Juni 2025.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sejak awal sudah menggaungkan konsep keterlibatan publik. Suporter diminta untuk memilih pemain terbaik dari Liga Indonesia—bukan sembarangan, tapi benar-benar berdasarkan performa dan popularitas.
“Kami siapkan sistem voting. Suporter bisa pilih bek, striker, gelandang. Yang kami prioritaskan tentu pemain Indonesia, termasuk yang dari diaspora,” ujar Erick, 13 Juni lalu.
Kini, voting sudah dibuka. Ada 55 nama yang masuk daftar calon. Nantinya, hanya 30 pemain yang terpilih membela tim All Star.
Mau ikut memilih? Caranya gampang:
Kunjungi situs resmi: https://voting.pialapresiden.id/
Login pakai akun Gmail.
Pilih 1 pemain untuk setiap posisi: kiper, bek, gelandang, dan penyerang.
Setelah memilih, kamu tidak bisa mengganti pilihan.
Konfirmasi voting akan dikirim ke email kamu.
Perlu dicatat, hasil voting tidak diumumkan ke publik, hanya bisa diakses oleh panitia penyelenggara.
Piala Presiden 2025 digelar pada 6–13 Juni di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Meski hanya berlangsung seminggu, euforianya dipastikan panjang—karena suporter ikut merasa memiliki skuad yang mereka bentuk sendiri.
Satu hal yang pasti: Tim All Star bukan tim biasa. Mereka adalah pilihan publik. Dan siap bertarung bukan hanya demi trofi, tapi demi kehormatan suporter yang memilih mereka.
[RED/DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















