KALTIM, Pranala.co – Kecerdasan buatan, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan AI (Artificial Intelligence), sedang jadi bahan pembicaraan di mana-mana.
Ia pintar. Bisa menulis. Bahkan cepat dan nyaris tanpa lelah. Tapi hati-hati. Dalam dunia pendidikan, AI bisa jadi bumerang. Salah satu bahayanya: plagiarisme.
Karena itu, penting bagi guru, dosen, dan siapa pun yang peduli soal integritas akademik untuk tahu: mana tulisan manusia, mana buatan mesin?
Berikut 6 cara paling sederhana untuk mendeteksi tulisan buatan AI. Mudah dipahami, dan bisa langsung dicoba.
1. Banyak Pengulangan
AI sering mengulang ide yang sama, dengan kalimat berbeda. Kadang terlalu sering. Misalnya: satu gagasan utama ditulis lagi dan lagi. Frasanya pun mirip-mirip. Lama-lama jadi membosankan.
Berbeda dengan manusia, yang biasanya lebih luwes dan sadar kalau tulisannya sudah mulai bertele-tele.
2. Kalimat Kaku, Frasa Aneh
AI memang jago merangkai kata. Tapi seringkali terasa kaku. Tidak mengalir seperti tulisan manusia.
Kadang juga muncul frasa-frasa aneh yang jarang kita dengar sehari-hari. Rasanya seperti membaca hasil terjemahan mesin—rata, tanpa emosi.
3. Muncul Kata-Kata “Khas AI”
Kata seperti “signifikan”, “komprehensif”, “inovatif”, atau “berkelanjutan” sering muncul terlalu sering dalam tulisan AI.
Bagi pengguna aktif AI, pola ini mudah dikenali. Seolah AI punya stok kata andalan yang terus diulang di berbagai tulisan.
4. Konten Tidak Nyambung
AI bisa membuat paragraf panjang, tapi kadang kehilangan arah. Topiknya A, tapi paragraf ketiga tiba-tiba ke mana-mana.
Tulisan manusia biasanya lebih personal, kontekstual, dan menyatu dari awal hingga akhir. AI kadang hanya meramu informasi, bukan menyampaikan gagasan.
5. Banyak Klaim, Tapi Minim Sumber
Tulisan AI sering terlihat meyakinkan. Tapi banyak klaimnya tanpa rujukan jelas. Hati-hati kalau dipakai dalam artikel kesehatan, pendidikan, atau hukum. Tanpa verifikasi, bisa menyesatkan.
Cek ulang fakta sebelum menyebarkan tulisan yang mencurigakan. Bisa jadi itu buatan AI yang asal mengarang.
6. Gunakan Alat Deteksi AI
Kalau masih ragu, gunakan alat bantu. Banyak tersedia online. Gratis pula. Beberapa di antaranya: GPTZero, ZeroGPT, Writer.com AI Detector, dan OpenAI Classifier.
Alat ini bisa mendeteksi apakah suatu teks dibuat oleh manusia atau mesin. Sebagian bahkan sekaligus memeriksa plagiarisme.
AI memang hebat. Tapi manusia masih lebih unggul dalam rasa, konteks, dan empati. Jadi, sebelum percaya penuh pada tulisan yang “terlihat sempurna”, periksa dulu asal usulnya. [RED]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















