Pranala.co, BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turun langsung meninjau kondisi fasilitas pendidikan. Inspeksi mendadak itu dilakukan Senin siang (12/1/2026). Tujuannya untuk memastikan sekolah aman, bersih, dan layak bagi siswa.
Sidak dimulai dari SMP Negeri 5 Bontang di Kelurahan Belimbing. Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abdu Safa Muha. Di sekolah ini, perhatian Neni tertuju pada fasilitas sanitasi.
Kondisi toilet dinilai memprihatinkan. Sejumlah kloset ditemukan rusak. Bau tidak sedap masih tercium. Beberapa pintu toilet juga tidak layak pakai.
“Kebersihan toilet adalah cerminan budaya sekolah,” tegas Neni. Ia meminta perbaikan segera dilakukan. Tidak boleh ditunda.
Selain perbaikan fisik, Neni menekankan pentingnya edukasi kebersihan. Ia meminta dipasang tulisan pengingat agar siswa terbiasa menyiram toilet setelah digunakan. Langkah sederhana, namun berdampak besar.
Tak hanya itu. Wali Kota juga menginstruksikan pemasangan kamera pengawas. CCTV diminta dipasang di area toilet dan titik-titik sepi. Tujuannya untuk mencegah perundungan dan menjaga rasa aman di lingkungan sekolah.
Dari SMP Negeri 5, sidak berlanjut ke proyek gedung baru SD Negeri 007 Bontang Utara. Lokasinya berada di belakang Rusunawa Guntung. Gedung dua lantai ini disiapkan sebagai solusi atas kelebihan kapasitas siswa yang selama ini memicu sistem belajar bergantian atau double shift.
Gedung tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp10 miliar. Namun, dalam peninjauan, Wali Kota masih menemukan sejumlah pekerjaan yang belum sempurna.
Beberapa dinding kelas terlihat rusak akibat rembesan air. Lantai di depan kelas tampak retak. Plafon juga dinilai perlu dirapikan agar lebih aman dan nyaman.
“Saya minta Dinas Pendidikan berkoordinasi tegas dengan pengawas,” ujar Neni. Ia menegaskan, seluruh kekurangan harus diperbaiki sebelum gedung diserahterimakan.
Perhatian khusus juga diberikan pada fasilitas ramah disabilitas. Toilet khusus penyandang disabilitas diminta benar-benar memenuhi standar, bukan sekadar formalitas.
Dalam kesempatan itu, Neni turut menyampaikan permohonan maaf kepada para guru. Ia menyadari keterlambatan penyelesaian gedung berdampak pada aktivitas belajar mengajar.
“Kita ingin anak-anak belajar di gedung yang aman dan berkualitas,” ucapnya. Ia meminta semua pihak bersabar sembari proses penyempurnaan diselesaikan. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















