BONTANG, Pranala.co — Perumda Air Minum Tirta Taman atau dikenal PDAM Bontang membantah isu miring yang menyebutkan perusahaan tengah mengalami krisis keuangan. Klarifikasi itu disampaikan langsung Direktur PDAM Bontang, Suramin, yang menegaskan bahwa kondisi keuangan instansi tersebut masih terkendali.
“Memang berdasarkan audit internal ditemukan adanya ketidaksesuaian antara tarif air yang diberlakukan dengan biaya operasional yang dibutuhkan. Namun, hal ini bukan berarti kami mengalami krisis keuangan,” ujar Suramin, saat ditemui usai Musrenbang RPJMD 2025 Bontang, Senin (19/5/2025).
Ia menjelaskan, saat ini tarif air untuk kategori rumah tangga ditetapkan sebesar Rp3.350 per meter kubik. Sementara itu, biaya produksi mencapai Rp5.500 per meter kubik. Ketimpangan ini telah berlangsung sejak 2017 dan secara logika bisnis berpotensi menimbulkan kerugian operasional.
Meski demikian, PDAM Bontang telah menerapkan skema subsidi silang sebagai langkah antisipasi. “Kategori rumah tangga dan sosial disubsidi oleh sektor usaha dan industri. Selain itu, pendapatan tambahan juga diperoleh dari pemasangan sambungan baru, meteran, dan pipa,” bebernya.
Namun, ia mengakui bahwa strategi tersebut belum sepenuhnya menutup gap biaya. Masih ada selisih sekira Rp200 per kubik yang belum tertutupi.
Setiap tahun, lanjutnya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selalu menyarankan penyesuaian tarif agar sesuai dengan biaya produksi aktual. Tetapi, Suramin menegaskan bahwa kewenangan untuk menaikkan tarif air bukan berada di tangan PDAM semata.
“Perubahan tarif hanya bisa dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) dari pemerintah daerah. Kami hanya bisa mengusulkan,” tegasnya.
Tarif PDAM Bontang saat ini tercatat sebagai yang terendah di seluruh Kaltim. “Jadi, bukan karena kami tidak ingin menaikkan tarif, tetapi semua harus melalui mekanisme resmi yang ditetapkan,” imbuh Suramin.
Sebagai upaya menjaga keberlangsungan layanan sekaligus menekan defisit, PDAM Bontang menargetkan penambahan 1.400 sambungan baru setiap tahunnya. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperluas cakupan layanan air bersih, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi perusahaan.
“Berbagai upaya sudah kami lakukan. Komitmen kami tetap sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan operasional perusahaan,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















