BANJARBARU, Pranala.co — Sebuah billboard ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mendadak menarik perhatian publik. Bukan karena ukuran atau desain mencolok, melainkan pendekatan yang berbeda: tanpa menampilkan foto pejabat.
Billboard milik Pemerintah Kota Banjarbaru yang terpasang di depan Balai Inseminasi Buatan Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan A. Yani No. 32 itu hanya memuat pesan singkat. Isinya berupa ucapan selamat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, disertai harapan akan keberkahan, kebahagiaan, dan penguatan tali silaturahmi.
Pendekatan minimalis ini justru menuai respons positif dari masyarakat. Banyak warga menilai pesan yang disampaikan terasa lebih fokus dan tidak teralihkan oleh dominasi visual figur.
Narwanto, seorang pegiat UMKM di Banjarbaru, menilai konsep tersebut sebagai langkah maju dalam pola komunikasi pemerintah.
“Ruang publik seharusnya diisi pesan yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menampilkan figur. Kalau ini bisa konsisten, tentu menjadi langkah positif,” ujarnya menukil kalimantanpost.com.
Menurutnya, kesederhanaan desain justru membuat pesan lebih mudah diterima dan relevan bagi masyarakat luas.
Narwanto berharap pendekatan tersebut tidak hanya bersifat momentum, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan melalui kebijakan resmi.
Ia menilai konsistensi menjadi kunci agar perubahan ini benar-benar menjadi budaya baru dalam komunikasi publik pemerintah.
“Kalau terus dilakukan, ini bisa menjadi standar baru yang lebih efektif dan berorientasi pada masyarakat,” tambahnya.
Fenomena ini juga dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.9.3.3/6674/SJ, pemerintah mendorong penataan reklame agar lebih profesional, termasuk pembatasan pencantuman foto pejabat pada media luar ruang.
Sejumlah daerah di Indonesia pun mulai menerapkan langkah serupa, dengan mengedepankan identitas kelembagaan serta informasi program dan layanan publik dibandingkan visual figur pejabat.
Di Banjarbaru, kehadiran billboard Idulfitri tanpa foto pejabat ini dinilai sebagai langkah awal menuju pola komunikasi publik yang lebih substansial.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, sehingga ruang publik benar-benar dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan yang informatif, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Jika diterapkan secara konsisten, konsep ini berpotensi menjadi budaya baru dalam komunikasi pemerintah yang lebih sederhana, efektif, dan berorientasi pada kepentingan publik. (RED/KP)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















